Terkait OTT, Walikota Bogor Takut Salah Tangkap

Ilustrasi Pemalakan atau Pungli

Ilustrasi Pemalakan atau Pungli

POJOKJABAR.com, BOGOR – Pungutan liar (pungli) dengan besaran dan dalam bentuk apa pun, ternyata menggerogoti hampir semua sektor pelayanan publik.

Dari pemetaan sementara yang dilakukan Pemkot Bogor, kejahatan ini paling sering dilakukan di sekolah, pedagang kaki lima (PKL), hingga parkir.

Walikota Bogor Bima Arya menuturkan, pemetaan masih terus dilakukan, sebelum pihaknya melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT). Dalihnya, pemkot enggan salah langkah dalam melakukan penangkapan.

“Saya sudah peringatkan ke semua sebelum kita OTT. Kita stop, kita minta semua mengikuti langkah-langkah presiden. Daerah juga harus ikut. Saya sedang kumpulkan datanya, nanti beberapa titik akan disidak,” ujar Bima pada Radar Bogor.

Ia mengakui, banyak laporan yang masuk kepadanya soal pungli tersebut. Bagi anak buahnya yang kedapatan melakukan pungli, lanjut Bima, akan ada sanksi tegas berupa pemecatan.

“Ada prosesnya kalau PNS, bisa diproses untuk diberhentikan,” ungkapnya.

Sejauh ini, dari laporan yang dia terima, sektor pendidikan paling banyak dilaporkan yakni terkait pungli di sekolah. Ada juga laporan pungli di jalan, pungli PKL, dan pungli di tempat parkir.


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …