Cegah Bocah Bogor Terjerat Trafficking!

ATRAKTIF: Ima Matul Maisarah (kanan) menyosialisasikan bahaya trafficking dengan cara yang atraktif kepada anak asuh Komunitas Terminal Hujan, kemarin (23/10). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

ATRAKTIF: Ima Matul Maisarah (kanan) menyosialisasikan bahaya trafficking dengan cara yang atraktif kepada anak asuh Komunitas Terminal Hujan, kemarin (23/10). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Akhir Juli kemarin, Ima Matul Maisarah menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Perempuan 36 tahun itu memiliki kisah hidup yang luar biasa menginspirasi.

Ima adalah mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban perdagangan manusia. Perjuangannya melawan trafficking pun membawa ia pada jabatan Staf Khusus Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Minggu (23/10/2016), wanita kelahiran Dusun Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menengok Komunitas Terminal Hujan, di aula Kantor Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur.

Ima kini dikenal dunia sebagai aktivis pejuang Hak Azasi Manusia (HAM) anti perdagangan manusia.

Pidatonya di Stadion Wells Fargo, Philadelphia, Penssylvania, Amerika Serikat, pada sebuah konvensi itu memotivasi banyak orang. Motivasi itu pula yang kemarin ditebarkannya kepada anak-anak asuhan Komunitas Terminal Hujan.

“Saya di sini karena Yayasan Mentari sebagai organisasi yang dibangun dua tahun lalu dan fokus melawan perdagangan manusia ingin bekerja sama dengan Terminal Hujan untuk empower anak-anak untuk selalu waspada dengan perdagangan manusia,” katanya, di dampingi Ima bersama perwakilan Yayasan Mentari.

Ima berharap kisah pilunya menjadi korban trafficking bisa menjadi pelajaran agar nasib serupa tak dialami para penerus bangsa. Perdagangan manusia, kata Ima, akan selalu ada dimana pun itu.

Ia mendesak pemerintah menumpas habis aksi perdagangan manusia yang kerap dibalut dengan pengiriman TKI.


loading...

Feeds