Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah IRN di Bogor!

JENGUK KORBAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait menjenguk IRN, bocah korban penculikan dan pencabulan di Kampung Tajur Tapos, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (12/10/2016). FOTO : Febri / Radar Bogor.

JENGUK KORBAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait menjenguk IRN, bocah korban penculikan dan pencabulan di Kampung Tajur Tapos, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (12/10/2016). FOTO : Febri / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Kasus dugaan penculikan dan pencabulan yang dialami bocah IRN (13), warga Kampung Tajur Tapos, Desa Hambalang, Kecamatan Citereup, menjadi sorotan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Rabu (12/10/2016), Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait datang langsung menjenguk IRN, sekaligus mendesak polisi menangkap SN (35) yang diduga mencabuli calon istrinya itu.

“SN sudah membawa kabur anak di bawah umur tanpa permisi dari orangtuanya, itu sudah jelas tindak pidana. Dia juga melakukan hubungan seksual tanpa ada perkawaninan, itu juga sudah masuk tindak pidana,” kata Arist kepada Radar Bogor.

Selain itu, SN juga sudah memindahkan si anak ke beberapa tempat tanpa seizin orang tua. Sehingga menurutnya, tak ada alasan lagi bagi polisi untuk tidak menetapkan SN sebagai tersangka.

“Dia (SN) sudah bisa dikenakan Undang-Undang nomor 35 tahun 2014, perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata Arist.

Arist mendorong kepolisian untuk menetapkan SM sebagai tersangka dengan dua alat bukti yakni pengakuan korban serta keterangan saksi. Arist pun mengaku akan berkordinasi dengan kapolres untuk menindaklanjuti kasus ini.

“KPAI siap membantu,” tukasnya.

Di bagian lain, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, memastikan kasus ini dalam pendalaman penyidik.

Dia menjelaskan, orangtua korban membuat laporan tentang dugaan penculikan tersebut pada 26 September, dan langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi, dua hari setelahnya.


loading...

Feeds