Sehari, Lima Orang Gila Baru di Bogor Bermunculan

TIDAK TERURUS: Mengalami gangguan jiwa, bapak ini setiap hari hanya mangkal di Jalan Suryakancana, sambil melihat kendaraan yang lewat. FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

TIDAK TERURUS: Mengalami gangguan jiwa, bapak ini setiap hari hanya mangkal di Jalan Suryakancana, sambil melihat kendaraan yang lewat. FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – penderita gangguan jiwa di Kota Bogor kian meningkat. Hal ini terlihat dari rata-rata jumlah masyarakat yang mengonsultasikan kejiwaannya ke puskesmas.

Dalam sehari, terdapat 5-10 warga datang ke puskesmas, sekadar mengadu tentang berlebihnya kecemasan yang dirasakan. Gangguan jiwa jenis ini disebut Neurosis, yakni keadaan dimana terjadinya ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stres.

“Umumnya, si penderita masih mengetahui jika dirinya sakit. Karena itu, masih dalam tahap ringan,” ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Armien Sjuhary Rowi kepada Radar Bogor.

Selain itu, sebanyak 30 warga yang berobat ke puskesmas tercatat dalam tahap psikosis. Ini artinya, mereka sudah berada pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Kadang tertawa sendiri, mendengar atau melihat peristiwa yang nyatanya tidak ada.

“Kendalanya adalah, masih banyak masyarakat kita yang beranggapan gangguan jiwa itu adalah orang gila, yang sering ngamuk-ngamuk atau lain-lain, padahal kan tidak. Jika dilihat di negara-negara maju, mereka yang sudah merasakan kecemasan berlebih akan langsung konsultasi,” bebernya.


loading...

Feeds