Ketua Yayasan SMP Labschool Kaizen Rumahkan Siswa, Ortu Protes

Ketua Yayasan Sekolah Labschool Kaizen, Ahmad Affandi

Ketua Yayasan Sekolah Labschool Kaizen, Ahmad Affandi

POJOKSATU.id, BOGOR – Sejumlah siswa ‘dirumahkan’ oleh Ketua Yayasan Sekolah Labschool Kaizen, Ahmad Affandi. Sekolah yang berlokasi di Jalan Vila Nusa Indah II, Kelurahan Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu memulangkan mereka karena menunggak pembayaran sekolah.

Salah seorang orangtua merasa kecewa dengan tindakan ketua yayasan tersebut. Menurut dia, seharusnya sekolah melakukan pemanggilan orangtua, atau surat teguran kepada orangtua sebelum berbicara langsung kepada siswa dan mengatakan untuk tidak perlu sekolah sebelum melunasi pembayaran.

“Seorang ketua yayasan yang berbicara langsung itu sangat tidak etis, apalagi dengan ultimatum seperti itu, memang caranya tidak kasar tapi inti dari pembicaraan dengan siswa itu sungguh tidak etis untuk sebuah institusi pendidikan,” jelas salah satu orangtua siswa, Ravilly.

Menurut dia, sekolah tidak beradab dan tidak memiliki hati nurani dengan serta merta mengambil keputusan untuk merumahkan siswa tanpa berbicara dengan orangtua atau mencari solusi agar siswa terus belajar tanpa dibebani masalah keuangan.

“Sekolah swasta seperti ini tidak membantu mencerdaskan anak bangsa. Hanya ingin mencari keuntungan lalu setelah banyak siswa, dengan berbagai cara menekan anak. Mereka tahu, kalau anak yang tertekan maka orangtua tidak akan tega,” tegasnya.

Orangtua yang mengetahui dari sang anak lalu merasa kecewa dan meminta Ketua Yayasan untuk menarik kembali perkataan itu serta menjemput kembali anak-anak yang dirumahkan.

Namun, hingga 2 hari setelah Ahmad Affandi mengatakan itu, yang datang ke rumah siswa justru surat penagihan dari sekolah.

“Sangat arogan (Yayasan Labschool Kaizen, red) dan tidak pantas membantu mencerdaskan anak bangsa,” katanya kesal.

Dia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk menindak sekolah swasta yang ‘nakal’ cenderung bersikap seenaknya kepada siswa dan tidak mendidik.

“Tulislah di depan papan nama ‘Dilarang Nunggak’, supaya kita sebagai orangtua tahu, oooh ini sekolah untuk preman, yang nunggak pulang,” tandasnya.

Untuk informasi, pada Jumat 7 Oktober 2016, di SMP Labschool Kaizen, Ketua Yayasan Ahmad Affandi memanggil sejumlah siswa menghadap ke ruangannya. Satu per satu ditanyai penyebab tunggakan SPP. Sambil berbicara santai dan siswa diajak minum serta ngemil, dia pun meminta siswa untuk tidak perlu bersekolah sebelum melunasi pembayaran.

(eb/pojoksatu)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …