Sekolah Kesatuan Ngebor Biopori

Direktur Sekolah Kesatuan, Samuel Soemantri ikut ngebor biopori bersama siswa SMP.

Direktur Sekolah Kesatuan, Samuel Soemantri ikut ngebor biopori bersama siswa SMP.

POJOKSATU.id, BOGOR-Gerakan lima juta lubang biopori terus berjalan. Kemarin, giliran keluarga besar Sekolah Kesatuan yang mengebor biopori. Sekolah yang berlokasi Jalan Pulau Armin itu memulai kegiatan pukul 08:00, terutama siswa kelas VII SMP dan kelas VI SD.

Diawali dengan penjelasan mengenai lubang biopori dari panitia pelaksana gerakan lima juta lubang biopori. Direktur Sekolah, Samuel Soemantri mengatakan, gerakan lima juta lubang biopori merupakan satu program yang dapat menyelamatkan lingkungan dan terutama air.

“Sampai kapanpun air dibutuhkan mahluk hidup. Kalau cadangan air dalam tanah sudah terjaga maka anak cucu kita sampai puluhan tahun tidak akan kekurangan, ” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurutnya, lubang biopori memiliki banyak manfaat seperti akan mencegah banjir. Kepala SMP, Agus Supangkat menambahkan, dengan luasnya areal sekolah kurang lebih 6 hektare dapat menjadi daerah resapan air.

“Lokasi sekolah sedikit menurun, sesuai dengan sifat air maka akan mengalir ke tempat rendah. Dengan adanya lubang biopori, akan tidak mengalir sia-sia tapi dapat tersimpan dalam tanah,” ujar Agus kepada Radar Bogor.

Tak hanya itu, lubang biopori dapat menyeimbangkan program sekolah yakni siswa tidak hanya mendapatkan materi tapi langsung dengan praktek.

Sehingga, tujuan Kesatuan menjadi sekolah yang berwawasan adiwiyata dan go green school akan tetap terjaga. “Dapat juga dimanfaatkan untuk hasilkan pupuk kompos,” pungkasnya.

Ngebor kali ini berhasil membuat 500 lubang biopori. Sementara itu, dari panitia hadir penanggung jawab gerakan lima juta lubang biopori yang juga CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu, Ketua pelaksana, Gatut Sutanta serta beberapa anggota Bogor Sabahat yakni Rektor Trilogi Asep Saefuddin, Maman Herman, Guntur Santoso serta beberapa tokoh lainnya. (mer/c)

Feeds