PD-PPJ Lanjut Revitalisasi, Perbaikan Enam Pasar Rp140,6 M

MANUAL: Petugas linmas memperbaiki sendiri lantai tangga yang rusak di Pasar Bogor, beberapa waktu lalu.

MANUAL: Petugas linmas memperbaiki sendiri lantai tangga yang rusak di Pasar Bogor, beberapa waktu lalu.

POJOKSATU.id, BOGOR–Di bawah komando direksi baru, PD Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) kembali merevitalisasi pasar tradisional di Kota Bogor. Revitalisasi tahap dua itu menargetkan perombakan di enam pasar.

Anggaran yang digelontorkan pada tahap finalisasi Pasar Bogor mencapai Rp13,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memoles fisik bangunan, jaringan listrik, hidran, lahan parkir, saluran drainase, dan sarana pendukung lain.

“Seperti kios khusus pengecekan tera, bahkan ada ruang khusus menyusui. Tahap satu kan sudah dilakukan 2014 lalu. Di 2015 ini, harus diselesaikan dengan tahap dua,” papar Direktur Umum PD-PPJ, Andri Latief kepada Radar Bogor.

Dana tersebut, masih akan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kemudian diajukan ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk segera dilelang. Anggaran diambil dari penyertaan modal pemerintah (PMP) terhadap PD-PPJ.

Dengan nominal itu, diharapkan pembangunan bisa maksimal. Apalagi, pembangun tahap dua hanya pada tahap finalisasi. Sebab, bangunan Pasar Bogor sendiri masih kokoh dan tidak perlu perbaikan mendasar. “Sudah sangat memadai, cukup. Mestinya sih, kan, cuma merapikan sarana parkir di atas. Itu sudah sangat cukup,” tegasnya.

Setelah pembangunan Pasar Bogor selesai, PD-PPJ merevitalisasi Pasar Merdeka, Pasar Tanah Baru dan Pamoyanan. Kemudian berlanjut di Pasar Sukasari dan Pasar Kebon Kembang Blok A.

“Biaya untuk Pasar Merdeka Rp7 miliar, Tanah Baru dan Pamoyanan masing-masing Rp5 miliar. Kalau Sukasari, kami baru menganggarkan untuk membuat DED-nya,” terangnya.

Menurutnya, Pasar Kebon Kembang dan Sukasari harus melibatkan pihak ketiga. Sebab, tidak mungkin dianggarkan lewat PMP. Jelas saja, untuk Sukasari diperkiranan akan memakan anggaran lebih dari Rp60 miliar.

Sementara itu, desain dari Blok A Pasar Kebon Kembang baru akan didiskusikan dengan Pemkot Bogor. Lain halnya dengan Blok A yang sudah seharusnya diisi oleh pedagang yang kini menempati tempat penampungan sementara (TPS).

“Desain Blok A kami finalkan dulu dengan pemkot. Setelah itu baru kami bisa tawarkan pada investor. Saya sudah mengeluarkan surat edaran bagi pedagang agar mempersiapkan diri menempati Blok A,” jelasnya.

Pembangunan Blok A akan menghabisakan dana lebih dari Rp50 miliar. Andri memperkirakan blok tersebut mampu menampung 178 pedagang yang terdata dan pedagang di sisi jalan. Belum lagi penyediaan lahan parkir bagi pengunjung.(dhi/c)

Feeds