Lahan Pertanian Tercemar Limbah

TERCEMAR LIMBAH: Lahan pertanian di Kampung Sindanglengo, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, diduga tercemar limbah dari penampungan barang bekas milik salah seorang warga setempat.

TERCEMAR LIMBAH: Lahan pertanian di Kampung Sindanglengo, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, diduga tercemar limbah dari penampungan barang bekas milik salah seorang warga setempat.

POJOKSATU.id, KLAPANUNGGAL-Bocornya penampungan limbah barang bekas milik salah satu warga di Kampung Sindanglengo, Desa Klapanunggal, mengakibatkan lahan pertanian rusak. Seperti sawah 2.000 meter milik Nana (52) yang terancam gagal panen akibat limbah itu.

“Baru beberapa hari. Setelah air limbah itu sampai ke sawah, padi langsung mengering,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin. Kakek 12 cucu ini mengaku, dari lahan miliknya itu bisa menghasilkan 6 kuintal gabah setiap panen. Satu kuintal dihargai Rp600 ribu.

Dalam setahun, Nana mengaku bisa tiga kali panen. “Kerugian saya hampir Rp9 juta. Tahun ini sudah pasti tidak akan ada hasil apa-apa dari sawah saya,” terangnya.

Nana juga mengkhawatirkan limbah itu memengaruhi kesuburan tanah. Sehingga, butuh proses panjang untuk mengembalikan kualitasnya agar bisa ditanami kembali. “Saya yakin tidak akan langsung bisa digunakan. Karena sudah bercampur limbah kimia,” terangya.

Kata Nana, cairan hitam dari limbah itu belum mereka ketahui jenisnya. Yang pasti berbahaya. Tak hanya tanaman, kulit yang terkena limbah tersebut pun akan terasa gatal dan pelan-pelan akan berwarna putih seperti panu. “Kalau kena air itu gatal. Nanti kulit berjamur putih,” terangya.

Jika dibiarkan, cairan limbah bisa menjalar ke sawah lain. Lahan garapan seluas kurang lebih 12.000 meter itu digarap petani lain. Yaitu Naib (49), Tidi (51), Mang Kenen (61), RW Nana (49), Ucih (51), dan Minan (43).

Sementara itu saat hendak dikonfirmasi, pemilik limbah yang diketahui bernama Ucup sedang tidak ada di lokasi. “Adanya di rumah Mas. Tidak pernah ke sini,” terang Asep, salah seorang pekerja.

Koordinator Lapangan Satgas Lingkungan Hidup pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor, Febrianti mengaku baru tahu kejadian itu. Febri berjanji akan mengecek ke lokasi untuk meneliti kebenarannya. “Nanti saya akan cek ke lapangan,” terangnya.

Jika benar ada pencemaran, kata dia, pihaknya akan membuat laporan ke BLH Kabupaten Bogor untuk segera teliti dan ditindak. “Bagaimanapun pencemaran lingkungan tidak bisa dibenarkan. Makanya, kami akan bergerak cepat, besok (hari ini, red) akan kami cek,” terangnya.

Dari pantauan Radar Bogor di lokasi, limbah yang ditampung bermacam-macam. Mulai dari limbah plastik, kaleng, sabun, dan bahan makanan kadarluasa. Dari situlah limbah cairnya mengalir ke lahan pertanian. Apalagi musim hujan seperti sekarang.(azi/c)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …