Warga Ogah Bayar Pajak

BELUM LUNAS: Staf Desa Sukaraksa sedang memeriksa berkas pajak PBB yang sudah disetor warga.

BELUM LUNAS: Staf Desa Sukaraksa sedang memeriksa berkas pajak PBB yang sudah disetor warga.

POJOKSATU.id, CIGUDEG-Kesadaran warga Kecamatan Cigudeg bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) masih rendah. Realisasinya di 2014 lalu pun hanya 22,51 persen dari 27.050 wajib pajak, atau senilai Rp826.614.328. Ini tentu butuh kerja keras pemerintah kecamatan untuk menyadarkan masyarakatnya.

Camat Cigudeg Acep Sajidin mengatakan, perlu ada sosialisasi di setiap desa. Di Kecamatan Cigudeg sendiri terdapat 15 desa. Masing-masing desa penunggak PBB sesuai surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) masih tinggi.

“Padahal, manfaat bayar pajak itu banyak sekali. Makanya, setiap rapat Minggon selalu saya ingatkan para kepala desa agar menyadarkan warga akan pentingnya bayar pajak,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Mantan sekcam Ciseeng ini barharap, di 2015 ini capaian PBB meningkat 30 persen. (Capaian PBB 2014 lihat grafis). “Sosialisasi ini harus dilakukan perlan-lahan agar masyarakat bisa sadar pentingnya bayar pajak,” terangnya.

Sementara itu,  Sekdes Sukaraksa Dayat memaparkan, di desanya, kesadaran warga membayar pajak memang masih rendah. Alasan warga ini beragam, mulai masalah ekonomi hingga tidak ada di tempat. Terutama lahan milik warga Jakarta.

Petugas desa pun disulitkan saat menagih PBB karena pemiliknya susah ditemui. “Desa kami tahun lalu capaian PBB-nya hanya 13 persen dari 1.455 SPPT,” terangnya.

Kata dia, ada salah satu warga yang menunggak PBB sampai lima tahun. “Kami dibantu kolektor untuk menagih pajak di 12 RW. Kami sudah berusaha mencapai terget, tapi kesadaran warga yang masih rendah,” tandasnya.(abe/c)

Feeds