Tambang Batu Kapur Ganggu Kesehatan

PENAMBANGAN: Aktivitas penambangan batu kapur di Kampung Sindang Lengo, Desa Klapanunggal, dikeluhkan warga setempat karena mencemari lingkungan. Warga mendesak pemerintah segera bertindak.

PENAMBANGAN: Aktivitas penambangan batu kapur di Kampung Sindang Lengo, Desa Klapanunggal, dikeluhkan warga setempat karena mencemari lingkungan. Warga mendesak pemerintah segera bertindak.

POJOKSATU.id, KLAPANUNGGAL-Aktivitas penambangan batu kapur di Kecamatan Klapanunggal tak hanya menghabiskan gunung. Lalu-lalang truk pengangkut hasil tambang itu juga merugikan masyarakat.

Selain menimbulkan debu, lalu lintas truk di Kampung Sindang Lengo, Desa Klapanunggal itu juga mempercepat rusaknya jalan. Kenen (47), warga Kampung Sindanglengo, Desa Klapanunggal menerangkan, setiap hari warga menghisap debu.

“Ketika truk tambang itu lewat, debunya sampai masuk ke rumah saya. Setiap hari saya harus ngepel dan bersihkan kaca,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Dalam sehari, kata dia, satu truk bisa enam kali bolak-balik membawa batu kapur. “Bayangkan kalau truknya ada puluhan. Bisa setiap sepuluh menit truk itu melintasi rumah saya,” terangnya.

Bukan hanya dia, warga lain juga mengalami nasib serupa. “Kalau tidak percaya, tanya saja warga sini. Pasti sehari bisa tiga kali bersihkan kaca dan lantai. Belum lagi dampak kesehatannya,” tuturnya.

Pemilik tambang, kata dia, tidak pernah memikirkan kesehatan masyarakat. “Karena tidak pernah ada penyiraman dari pihak perusahaan,” tandasnya. Dia berharap, Pemkab Bogor segera turun tangan menyelesaikan hal itu. Jika dibiarkan, kondisi ini jelas mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Kondisi ini juga sering dikeluhkan pasien Puskesmas Klapanunggal. Sebab, setiap hari truk tambang juga lewat di depan puskesmas. “Pasti banyak debu, karena truk selalu lewat sini (puskesmas, red) Mas,” terang Ridwan, petugas UPT Puskesmas Klapanunggal.(azi/c)

Feeds