Empat Tewas Diseruduk KA Parungpanjang

Warga menyaksikan mobil yang risek dihajar kereta.

Warga menyaksikan mobil yang risek dihajar kereta.

POJOKSATU.id, BOGOR-Musibah kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) dan mobil terjadi di Parung Panjang, kemarin. Peristiwa nahas ini menimbulkan empat korban jiwa dan belasan lainnya kritis.

Tabrakan antara KA jurusan Maja Tangerang- Parungpanjang dengan mobil pikap up bernomor polisi B 9541 NUA berlangsung di lintasan Kampung Ciabokor, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, sekitar pukul 17:45.

Korban meninggal dalam peristiwa ini merupakan suporter usai menyaksikan pertandingan pertandingan sepakbola antar kampung. Mereka di antaranya sopir pikap Badri (20), dan para penumpang pikap Siti Faujiah (16), Syahrul (12) dan Khofifah (14).\

Kepala Unit (Kanit) Laka Polres Bogor, Ipda Asep Saepudin mengatakan, kecelakaan terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu. Mobil Pickup itu diketahui mengangkut 21 penumpang. Berdasarkan keterangan saksi mata kepada polisi, mobil sempat terseret hingga 25  meter.

“Saat itu kendaraan (Pick up,red) melaju dari arah Salimun ke Cilangkap, melewati lintasan, tiba-tiba kereta dari arah Stasiun Maja dengan kencang melibas kendaraan para suporter,” ujarnya.

Jidi warga Ciabokor menambahkan, di kawasan tersebut memang sangat rawan terjadi kecelakaan. Itu karena perlintasan kereta tak dijaga dan tak memiliki palang pintu. “Di jalur itu memang tidak terdapat palang pintu kereta,” tambahnya.

Perihal peristiwa ini, PT KAI menyerahkan penyelesaian perkara kepada kepolisian. Humas PT KAI daop 1, Bambang Prayitno yakin jajarannya sudah melaksanakan ketentuan berdasar prosedur standar operasi. “KA tidak bisa disalahkan jika jalurnya terhalang kendaraan pemakai jalan,’’ jelas Bambang.

Dia menuturkan dalam Undang-Undang Perkeretapian Nomor 23 Tahun 2007 sudah jelas bahwa pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta. Pihaknya juga tidak memiliki hak untuk menyelesaikan perlintasan sebidang. “Itu kewenangan Pemerintah daerah, dan pemerintah pusat,” katanya.

Berdasar data yang dihimpun Radar Bogor, kecelakaan yang melibatkan kereta api di Parungpanjang merupakan yang kedua dalam tiga tahun terakhir. Pada 8 Oktober 2012. Sebuah truk bermuatan pasir dengan nomor polisi B.9350.UDA hancur ditabrak Kereta Api di perlintasan rel Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Tangerang, Minggu (9/10).

Seorang Supir truk yang diketahui bermana Dedi Supriadi, 31, warga Kampung Cisauk Tapekong, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, tewas seketika setelah truk tersebut terseret kereta sejauh 200 meter. (azi/rub/c)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …