Camat Tidak Terima Laporan, Sesalkan Kasus Pemasungan

DIPASUNG: Hidayat (37), warga Kampung Cibereum Tanjakan, Desa Petir, harus hidup dalam pasungan karena mengalami gangguan jiwa.

DIPASUNG: Hidayat (37), warga Kampung Cibereum Tanjakan, Desa Petir, harus hidup dalam pasungan karena mengalami gangguan jiwa.

POJOKSATU.id, DRAMAGA-Camat Dramaga, Baehaki, ikut prihatin dengan kasus pemasungan yang dialami Hidayat (37). Warga Kampung Cibeureum Tanjakan, Desa Petir, ini dihukum keluarganya karena menderita gangguan jiwa.

Meski pemasung itu dilakukan dengan alasan mencegah Hidayat kabur dari rumah, namun tindakan ini tatap tidak manusiawi. “Kami sesalkan tindak pemasungan itu,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Pemerintah kecamatan, kata dia, tidak pernah diberitahu, baik itu dari keluarga, pengurus RT, maupun pemerintah desa. “Makanya kami kecolongan,” terangnya. Belajar dari kasus itu, kata dia, mereka akan mendukung program pemerintah bahwa 2015 ini Indonesia bebas pasung.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada kepala desa, RT dan RW, tokoh masyarakat, serta para pemuda. “Karena pemasungan ini masuk perbuatan kejam dan dilarang pemerintah. Kasus ini cukup sekali terjadi di Dramaga,” tegasnya.

Pelaku pemasungan, kata dia, bisa dijerat hukum. Sebab,ini juga melanggar Hak Azazi Manusia (HAM). “Padahal kami selalu siap bantu warga merujuk ke rumah sakit,” tukasnya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Dramaga, Yayah Kurniasi menambahkan, akan turun ke lapangan. “Warga miskin, bisa menghubungi kecamatan. Kami akan bantu menangani pengurusannya ke rumah sakit, termasuk membuatkan BPJS,” imbuhnya.(rp8/c)

Feeds