2.208 Siswa Bogor UN Online

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, BOGOR– Untuk pertama kalinya, Ujian Nasional (UN) di Bogor tidak lagi menggunakan lembar soal dan lembar jawaban.

Kendati Dinas Pendidikan (disdik) sempat menyatakan tak sanggup, namun hari ini sebanyak 2.208 siswa dari enam SMK tetap melaksanakan UN secara online atau computer based test (CBT).

Ketika dikonfirmasi hal ini, Disdik Kota Bogor mengaku sangat siap menyelenggaranan UN CBT. Tapi tetap saja disdik memiliki rasa khawatir. Itu terkait naik-turunnya arus listrik saat pelaksanaan ujian.

“Jika mati listrik genset sudah kami siapkan, tapi semoga tidak ada pemadaman,” ujar Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Bogor Jana Sugiana kepada Radar Bogor kemarin.

Adapun keenam sekolah yang siap melaksanakan UN CBT yakni SMK Negeri 3, SMK Wikrama, dan SMK Infokom dari Kota Bogor sementara  SMAN 2 Cibinong, SMKN 1 Cibinong, dan SMK Triple J Citeureup dari Kabupaten Bogor.

Jana menegaskan, persiapan UN CBT sudah dikebut jauh-jauh hari. Nantinya untuk sekolah yang melaksanakan UN CBT, setiap ruangan akan diawasi empat pengawas (proctor) ujian. Sejumlah teknisi juga dihadirkan. “Kalau ada komputer yang rusak, kami juga menyiapkan cadangannya, sehingga tak ada yang perlu dikhwatirkan,” bebernya.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh pelaksana UN berbasis CBT yaitu,  software, hardware, dan brainware. Aspek software yang dimaksud adalah kesiapan dan ketersediaan bank soal. Bank soal yang akan digunakan harus memuat sejumlah pertanyaan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Dari sisi hardware, perangkat komputer yang digunakan harus sesuai spesifikasinya dan jumlahnya memadai. Jaringan lokal komputer (LAN) atau jaringan internet harus dipastikan memiliki lebar pita (bandwidth) yang cukup. Sedangkan brainware yang dimaksud adalah penyusun soal yang kompeten dalam mata pelajaran yang diujikan, programmer program aplikasi CBT, pengawas (proctor).

“Untuk Kota Bogor ada 1.158 siswa dari tiga SMK. Dalam hasil try out  sejauh ini tidak ada siswa yang mengeluh,” bebernya. Pelaksanaan ujian berbasis CBT,  akan dilaksanakan enam hari. Satu hari setiap sekolah akan melaksanakan tiga gelombang tes untuk satu mata pelajaran.

Adapun, peserta UN secara keseluruhan yang tercacat di Kota Bogor ada 19.433 siswa, dari 151 sekolah. Sebanyak 6.599 peserta dari 10 SMA Negeri dan 39 Swasta di kota Bogor, dan 11.826 peserta dari 87 SMK. Serta 1.008 peserta dari 15 sekolah Madrasah Aliyah (MA) di kota Bogor.

Sementara, tercatat ada 48.563 peserta UN dari 563 sekolah di Kabupaten Bogor. Jumlah itu terdiri dari 15.028 siswa SMA, 26.629 siswa SMK, 4.789 siswa MA, dan 2.117 peserta kesetaraan Paket C.

“Terdapat 31 subrayon, yang terdiri atas 11 subrayon SMA, 15 subrayon SMK, dan lima subrayon Madrasah Aliyah (MA),” kata Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yang juga menjabat sebagai Sekretaris UN Kabupaten Bogor, Hidayat.

Seluruh soal, dicek jumlahnya dan disimpan di Sanggar Kebudayaan Bogor (SKB), sebelum didistribusikan ke seluruh subrayon yang ada di Kabupaten Bogor.

“Setelah didistribusikan ke masing-masing sub rayon, akan dilakukan pemeriksaan dan pengecekan untuk memastikan soal ujian tidak tertukar atau salah guna menghindari terjadinya kendala saat pelaksanaan ujian berlangsung,” papar Hidayat.

Secara teknis ada perbedaan waktu pelaksanaan antara sistem ujian CBT dengan sistem Paper Based Test (PBT), di mana waktu ujian dengan sistem CBT akan dilakukan secara bergelombang. Kalau ujian PBT waktu ujiannya dilakukan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sementara untuk sistem CBT, dibagi menjadi tiga gelombang. (ind/c)

Feeds