Puspijak buat Program So Sori

Tanpa kenal lelah, para pegawai Puspijak mengebor biopori.

Tanpa kenal lelah, para pegawai Puspijak mengebor biopori.

POJOKSATU.id, BOGOR-Gerakan lima juta lubang biopori terus berlanjut. Berbagai kalangan masyarakat, memberikan dukungan. Kemarin, giliran pegawai dan pimpinan Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan (Puspijak) ngebor biopori di lingkungan kantor.

Sebelum dimulai, kegiatan diawali dengan pengarahan dari pencetus biopori Kamir D Brata, panitia pelaksana gerakan lima juta lubang biopori yang dilanjutkan pengantar dari litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup.

Terik matahari tak mengurangi semangat para peserta untuk ngebor biopori yang dimulai sejak pukul 09:00. “Lubang biopori sangat bermafaat. Apalagi sejalan dengan bidang pekerjaan,” ujar Kepala Puspijak, Krisfianti L. Ginoga kepada Radar Bogor.     Sebagai bentuk dukungan terhadap program biopori, pihaknya membuat Program So Sori yakni satu orang satu biopori.

Hal senada diungkapkan, Kepala Badan Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementrian Lingkungan Hidup, San Afni Aweng. Menurut dia, gerakan lima juta lubang biopori harus diberikan apreasiasi karena program tersebut sangat baik.

Dalam kontek ekologi, kata San Afni Aweng, lubang biopori dapat menjaga ekosistem lingkungan. Lebih lanjut ia mengatakan, banyak hal yang dapat dirasakan mahluk hidup dari lubang biopori. Tak hanya sesaat, namun dalam jangka panjang.

Menurutnya, dengan posisi kantor yang berada di daerah sedikit lebih tinggi dan tidak jauh dari Sungai Cisadane, lubang biopori dapat mengurangi luapan air pada saat hujan.

San Afni Aweng menambahkan, dengan adanya lubang biopori, akan mereduksi air dan akhirnya meresap dalam tanah. Pada pelaksanaan ngebor biopori kemarin, ditargetkan 500 lubang biopori yang tersebar di lingkungan kantor yang luasnya kurang lebih 10 hektare.     Tak hanya itu, ngebor akan dilanjutkan. Kali ini, hadir dari Penanggungjawab gerakan lima juta lubang biopori yang juga CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu, Komandan Korem 061/Sk. Kolonel Inf Fulad, dan anggota Bogor Sahabat.

Ketua panitia pelaksana, Gatut Sutanta mengatakan, antusias para peserta sangat baik. “Sumbangan alat bor dari Yayasan Drajad Wibowo 50 unit dan Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) sebanyak 25 unit,” ujarnya. (mer/c)

Feeds