Pabrik Tas Pekerjakan Anak-anak

DI BAWAH UMUR: Karyawan PT Sunji Wira di Kampung Pabuaran, Desa Cikeas Udik, tampak sedang memproduksi ritsleting tas.

DI BAWAH UMUR: Karyawan PT Sunji Wira di Kampung Pabuaran, Desa Cikeas Udik, tampak sedang memproduksi ritsleting tas.

POJOKSATU.id, GUNUNGPUTRI-Razia Satpol PP Kabupaten Bogor, di pabrik tas PT Sunji Wira, Selasa (7/4) lalu menemukan pekerja di bawah umur. Perusahaan di Kampung Pabuaran, Desa Cikeas Udik, itu jelas melanggar hukum.

Di pabrik itu ada beberapa pekerja anak-anak usia 15 hingga 16 tahun. Umumnya, mereka beralasan terhimpit masalah ekonomi. Seperti Risfatmawati (16). Warga Desa Cikeas Udik ini mengaku jadi tulang punggung keluarga.

“Kalau tidak kerja, kebutuhan rumah tak terpenuhi. Bapak sudah tidak kerja, makanya saya yang sekarang kerja,” terangnya menjawab pertanyaan wartawan sambil menjahit tas.

Hal senada dialami Melinda (16). Dia mengaku dengan bekerja di pabrik bisa bantu adiknya sekolah. “Hasil kerja di sini buat bantu-bantu adik saya sekolah,” terangnya polos.

Kondisi itu dibenarkan Penyidik PNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Joko Widodo, yang memimpin sidak perizinan itu. “Ada belasan pekerja di bawah umur. Ini jelas pelanggaran,” terangnya kepada Radar Bogor.

Meski demikian, kata Joko, pelanggaran ini bukan tugas mereka menindaknya. Itu merupakan wewenang Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor. “Temuan ini akan kami koordinasikan dengan Dinsosnakertrans,” terangnya.

Sementara itu Penanggungjawab PT Sunji Wira, Sri Sunarti membantah perusahaannya mempekerjakan anak-anak. “Tidak ada karyawan anak-anak. Semua karyawan yang kami terima berusia di atas 17 tahun,” terangnya.

Kata Sri, 200 karyawan yang bekerja di perusahaan itu umumnya berusia 20 tahun. “Kebanyakan di atas 20 tahun. Yang di bawah 17 tahun tidak ada,” kilahnya.(azi/c)

Feeds