Kolonel Inf Fulad Dukung “Gerakan Penebusan Dosa” Ustad Arifin

Balitbang Biopori.

Balitbang Biopori.

POJOKSATU.id, BOGOR – Komandan Korem 061 Suryakancana, Kolonel Inf Fulad memberikan dukungan pada gerakan menebus dosa Pengembang yang digagas ustad Samsul Arifin.

Biopori dan Danrem 061 Sk,

Biopori dan Danrem 061 Sk,

Gerakan yang disinergikan dengan gerakan 5 juta lubang biopori ini teori dan praktek dilaksanakan saat kegiatan biopori di Badan Litbang Kuhutanan Bogor.

Menurut ustad Samsul Arifin, jika pengembang membangung cluster rumah seluas 5.000 meter, maka setidaknya dia telah menutup resapan air seluas 4.000 meter atau lebih.

“Bayangkan dengan pengembangan yang membangun kawasan sampai ratusan hektar? Berapa luas resapan air tanah tertutup? Air hujan tidak menemukan tempatnya lagi,” ungkap ustad Arifin.

Ustad Arifin juga menjelaskan, air yang meresap ke dalam tanah sebagian akan tertahan oleh partikel-partikel tanah dan menguap kembali ke atmosfer, sebagian lagi diserap oleh tumbuhan dan yang lain akan terus meresap di bawah permukaan bumi hingga zona yang terisi air yaitu zona saturasi.

“Sungguh benar bahwa permasalahan utama yang terjadi yaitu kerusakan pola siklus (sumber) air itu sendiri. Allah menjelaskan semua ini dalam Qur’an Surah Az-Zumar ayat 21”, ujar ustad Arifin.

Isi surah Az-Zumar ayat 21: “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal,” (QS Az Zumar : 21).

Arifin juga berharap, dengan adanya gerakan lima juta lubang biopori ini dapat membawa perubahan besar pada pelestarian alam, khususnya pelestarian air tanah.

“Setelah belajar langsung dari Profesor Kamir R. Brata, penemu dari teknologi Biopori, pengertian dan menjadi sangat jelas bahwa Biopori inilah yang bisa menebus dosa pengembangan karena telah merusak lingkungan tadi,” kata ustad Arifin. (gs)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …