Tantangan Green City, Revolusi Mental

SEMINAR: Para anggota Women Internasional Club (WIC) dalam seminar lingkungan hidup, di Hotel Royal, Jalan Ir Djuanda, kemarin.

SEMINAR: Para anggota Women Internasional Club (WIC) dalam seminar lingkungan hidup, di Hotel Royal, Jalan Ir Djuanda, kemarin.

POJOKSATU.id, BOGOR-Permasalahan utama yang menghambat pengembangan konsep Green City di Kota Hujan adalah perilaku negatif masyarakat. Itu dipaparkan Walikota Bogor Bima Arya, saat menjadi pembicara di seminar partisipasi publik, di Hotel Royal, kemarin.

“Ini merupakan forum yang sangat penting. Karena ibu-ibu dari seluruh Indonesia tergabung dalam Women Internasional Club (WIC), ingin berpartisipasi dalam program lingkungan hidup di seluruh Indonesia,” kata Bima.

Pada seminar itu, Bima berbagi cerita tentang apa saja yang sudah dilakukan dan tantangan ke depannya yang dihadapi pemkot. “Program Bogoh ka Bogor sendiri targetnya mengajak warga untuk melakukan revolusi mental. Karena problem utamanya adalah perilaku. Di Bogor saja, beberapa taman diserang vandalisme, buang sampah sembarangan, bahkan dirusak,” keluhnya.

Panitia seminar, Yanti Regar mengaku optimisi program Bogoh ka Bogor dapat berjalan maksimal. Namun perlu kebersamaan semua pihak terkait dan masyarakat.

“Dengan kebersamaan, kita yakin dan mampu untuk membangun kesadaran masyarakat tentang perlunya berpartisipasi menciptakan lingkungan yang hijau,” harapnya.(viv/c)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …