Sungai Meluap Tak Bisa Lewat

BUTUH JEMBATAN : Warga memanfaatkan Sungai Cileungsi yang selama ini di jadikan jalur penyeberangan dari Kampung Pasir Randu, Desa Gunungsari ke Desa Lulut untuk mencuci motor, kemarin.

BUTUH JEMBATAN : Warga memanfaatkan Sungai Cileungsi yang selama ini di jadikan jalur penyeberangan dari Kampung Pasir Randu, Desa Gunungsari ke Desa Lulut untuk mencuci motor, kemarin.

POJOKSATU.id, CITEUREUP-Warga Kampung Pasir Randu, Desa Gunungsari, sudah lama menunggu pembangunan jembatan. Pasalnya, warga harus menyeberangi Sungai Cileungsi ketika hendak ke Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal.

Jika air sungai meluap, mereka pun tidak bisa menyeberang.  Makanya, warga mendesak pemerintah segera bertindak guna membangun fasilitas umum tersebut. “Kalau mau ke jalan besar, kami harus lewat Desa Lulut. Mau tidak mau harus menyeberangi sungai ini,” ujar Ganjar Suandana (35), warga setempat.

Tak hanya warga Kampung Pasir Randu, kata dia, jembatan ini juga dibutuhkan masyarakat kampung tetangga. “Kalau tidak lewat sini, kami harus melalui jalan lain yang jaraknya lebih dari 2 kilo,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Isah (16). Siswa SMAN Klapanunggal ini mengatakan, setiap harinya harus menyeberangi sungai ke sekolah. “Lewat sini tiap hari,” terangnya.

Jika hujan lebat, Isah mengaku harus berhati-hati. Kalau sungai meluap, ia terpaksa tak sekolah. “Kalau hujan lebat tetap berusaha berangkat. Kecuali sungainya meluap, mau gimana lagi?” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Hendra Fermana mengaku sudah mengupayakan pembangunan jembatan. “Saya sudah usulkan setiap musrenbang. Namun tidak pernah dijadikan prioritas,” terangnya.

Hedra mengatakan, desa sudah buat proposal yang ditujukan kepada para donatur. “Kami juga usahakan masyarakat agar berswadaya. Namun, terbentur pembebasan lahan yang butuh dana besar. Karena tanahnya sudah dimiliki salah satu perusahaan,” tukasnya.

(azi/pkl3/c)

Feeds