Pelajar Bogor ke Suriah Gabung ISIS

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, BOGOR-Pemerintah Turki mendeportasi seorang pelajar asal Bogor yang diduga bakal menyeberang ke Suriah. Kini pelajar tersebut sudah berada di Panti Sosial, Bampu Apus, Jakarta Timur untuk menjalani  program kontra radikalisasi alias  penyadaran oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Keberadaan pelajar tersebut baru terendus oleh Kantor Imigrasi Bogor ketika menerima pemberitahuan dari pemerintah pusat tentang 12 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki, karena diduga bergabung dengan kelompok Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS).

“Ya, dari laporan yang kami terima terdapat seorang pelajar asal Bogor yang ikut dalam 12 rombongan itu. Dia berusia 15 tahun,” ujar Kepala Imigrasi Bogor Herman Lukman kepada Radar Bogor kemarin.

Hingga kini, Kantor Imigrasi Bogor belum memeriksa identitas si pelajar, sehingga Herman tidak bisa menginformasikan nama dan alamatnya. Pemeriksaan bakal dilakukan sesegera mungkin berberangan dengan pendataan warga Bogor yang kini masih berada di Yaman. “Saya koordinasikan dulu dengan pihak imigrasi di bandara,” cetusnya.

Sekadar diketahui, 12 WNI dipulangkan dari Turki usai kedapatan berusaha melintasi perbatasan Turki-Suriah belum lama ini. Usaha itu mereka lakukan dengan alasan untuk bergabung dengan sanak famili mereka yang diduga kuat telah bergabung bersama ISIS. Usai deportasi yang dilakukan otoritas Turki, ke-12 WNI itu dijemput oleh Densus 88 dan sempat dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, sebelum akhirnya dipindahkan ke Panti Sosial, Bampu Apus, Jakarta Timur.

Penelusuran Radar Bogor, dari daftar nama-nama 12 WNI yang dirilis pihak kementerian luar negeri. Nama Muhammad Ihsan Rais kelahiran 1 Januari 2000‎‎ yang paling cocok dengan laporan yang diterima oleh imigrasi Bogor. (Lihat grafis 12 WNI yang dideportasi). Selain usianya yang cocok, statusnya juga masih sebagai pelajar.

Dari 12 nama itu diketahui, empat orang adalah wanita dewasa yang berstatus sudah berumah tangga, sedangkan satu orangnya adalah  pelajar.  Tujuh orang lainnya adalah anak-anak.

Menurut Herman, pihaknya terkendala akses pendataan warga Bogor yang berada di luar negeri. Itu karena data terpusat di Jakarta.

Sepanjang tahun 2014 Imigrasi Bogor  sudah membuat 4.964 paspor kepada seluruh WNI, dengan berbagai macam tujuan seperti melakukan umroh, bekerja sebagai TKI, berwisata, berobat, dan lainnya. “Mereka ini tujuan negaranya beda-beda. Kami pun hanya mendata jumlah, bukan negara tujuan,” jelas Herman.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Saud Usman Nasution, menyatakan pihaknya masih mengalami kesulitan dalam upaya melakukan penyadaran terhadan 12 WNI yang telah dipulangkan dari Turki. Bahkan, menurut Saud, para WNI itu masih bersikeras untuk kembali ke Suriah.

“Mereka masih keras dan merasa benar dengan doktrin jihad ISIS. Sebanyak 12 orang ini tetap ingin kembali ke sana (Suriah),” ujar Saud di Gedung DPR, Jakarta Pusat kemarin.

Kuatnya pengaruh paham ISIS tak hanya menjalar ke orang dewasa, tapi juga menular ke anak-anak mereka. Bahkan ada anak kecil berusia enam tahun berani mengkafirkan petugas.

“Doktrin ISIS juga merasuk ke anak-anak WNI tersebut. Salah satu anak kecil sekitar usia enam tahun dari 12 orang itu sudah bisa coba mengkafirkan petugas yang membinanya,” katanya.    Saud mengingatkan paham ISIS sangat berbahaya terutama bagi seseorang yang tak memiliki pengetahuan agama. “Propaganda mereka ini yang doktrinnya kalau tidak melaksanakan kamu kafir, tak mengikuti Daulah Islamiyah. Kalau yang enggak mengerti, dangkal agama ini ya sudah lah,” imbuhnya.

BNPT telah mendatangkan sejumlah ulama untuk mengajak dialog 12 WNI sadar dan keluar dari paham dan gerakan radikal tersebut. Hingga saat ini, ke-12 WNI itu pun belum bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan masih harus menjalani program kontra radikalisasi oleh BNPT. (ind/c)

Nama-nama WNI yang diduga bergabung dengan ISIS

1. Ririn Andriani Sawir (lahir 9 Desember 1977) ‎
2. Agha Rustam Rohmatullah (9 Juli 1998)
3. Alya Nur Islami (28 Maret 2002‎)
4. Qorin Mun Adyatul Haq (20 Januari 2005)‎
5. Ikrimah Waliyurrohman Ahsanul (5 Mei 2007)‎
6. Nayla Syahida Achsanul Huda (20 November 2011)‎
7. Abdurahman Umarov Huda (20 November 2014‎)
8. Jauzah Firdauzi Nuzula (8 Juni 2009‎)
9. Tiara Nurmayanti Marlekan (29 Desember 1990‎)‎
10. Syifa Hidayah Kalahnikova (29 Agustus 2012‎‎)
11. Muhammad Ihsan Rais (1 Januari 2000‎‎)
12. Aisyahnaz Yasmin (2 Juli 1989)‎

Feeds