PDJT Minta Tambahan Bus

GRAFIS : Fakta & Data Transpakuan

GRAFIS : Fakta & Data Transpakuan

POJOKSATU.id, BOGOR – Jumlah armada bus Transpakuan tak mampu memenuhi syahwat walikota dalam penyediaan transportasi massal yang mumpuni. Karenanya, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) mengajukan bantuan armada bus kepada pemerintah pusat.

“Bantuan bus sudah diusulkan. Kemungkinan akan dapat. Waktunya belum diketahui. Ada yang mengurus ke pusat dari DLLAJ,” papar Direktur Operasional PDJT Trans Pakuan, Tri Hardoyo kepada Radar Bogor kemarin.

Saat ini, jumlah armada Transpakuan sebanyak 31 unit. Itu terdiri dari dua bus pariwisata dan 29 unit Transpakuan. Namun kondisinya, ke-29 unit bus nyaris tak laik jalan. Bus-bus tersebut melayani koridor Bubulak-Ciawi, Bellanova-Terminal Baranangsiang dan unit cadangan atau pengganti.

“Saat ini persyaratan untuk meminta bantuan sudah komplet. Bahkan sudah dikirim. Hanya tinggal DLLAJ sebagai lembaga yang bertanggung jawab menindaklanjuti ke pusat. Kami hanya sampaikan butuh tambahan armada,” kata Tri.

Meski harga solar naik, PDJT belum berencana menaikkan tarif selama 2015. Rute terjauh yakni Bubulak-Ciawi dan sebaliknya masih sebesar Rp5 ribu untuk satu kali perjalanan. Sedangkan tarif rute Bellanova-Baranangsiang Rp6 ribu.

“Tiket itu menyubsidi masyarakat dan di bawah biaya operasional kendaraan (BOK). Subsidi ke masyarakat, satu tiket Rp2.200 masih di bawah BOK,” terangnya.

Kondisi itu menjadi musabab PDJT selalu merugi. Rata-rata kerugian tiap bulan mencapai Rp200 juta. Sejak beroperasi, PDJT hanya mendapatkan satu kali modal sebesar Rp30 miliar. “Itu bantuan yang digunakan sampai saat ini. Belum pernah menerima bantuan lagi,” terangnya. Nilai tersebut tak hanya dalam bentuk uang tunai, tapi juga unit bus.

Saat ini, PDJT kembali mengajukan bantuan modal. Hanya saja, hasil evaluasi tim internal dan pemkot mengharuskan PDJT melakukan efisiensi dan rasionalisasi karyawan.

“Kemungkinan kami bicarakan antara direksi dengan pemkot. Adalah amanat keharusan dari kajian investasi,” ujarnya.

Tri memaparkan dalam rasionalisasi tersebut, ada 23 karyawan yang akan dikurangi. Di antaranya karyawan divisi manajemen sebanyak 11 orang. Kemudian pada divisi operasional, akan dilakukan rasionalisasi sebanyak 12 orang. Mereka adalah para sopir bus Transpakuan.(mer/c)

Feeds