Nungki Minta Golkar Cermat

Putra Fitri Nugraha

Putra Fitri Nugraha

POJOKSATU.id, CIBINONG-Konstelasi politik di Kabupaten Bogor mulai menunjukan tensinya. Sejumlah nama bakal calon pendamping Nurhayanti pun mulai bermunculan.

Bahkan, partai beringin kabarnya sudah mengusulkan nama sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bogor Hidayat Royani sebagai pendamping Nurhayanti.

Menanggapi itu, mantan ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Putra Fitri Nugraha tidak mempersoalkan.

Menurutnya, setiap kader Golkar memilik hak yang sama. Begitupun dengan Hidayat Royani. Menurut dia, Hidayat sebagai salah satu kader yang sudah layak dan mumpuni untuk menjadi orang nomor dua di bumi Tegar Beriman.

Hanya saja, Nungki,sapaanya, masih mempertanyakan mekanisme pengusulan cawabup di tingkat organisasi. “ Apakah pengusulan setiap nama berasal dari tingkat bawah, selanjutnya di bahas di tingkat DPD atau bagaimana. Itu yang saya belum tahu,” katanya saat dihubungi Radar Bogor, kemarin malam.

Ia juga mempertanyakan, apakah mekanisme tersebut sudah disetujui DPD tingkat II dan DPP atau belum. Sebab, selama ia menjabat sebagai ketua DPD, ada aturan yang mengharuskan setiap calon kepala dan wakil kepala daerah wajib mendapat persetujuan dari DPP.

Sementara saat ini kepengurusan di tingkat pusat masih berperkara. Jika berdasarkan keputusan Kemenkum HAM, sudah dipastikan aturan DPP Agung Laksono yang harus ditaati.

Sementara kubu Agung Laksono sudah mengeluarkan SK penunjukan calon wabup. “ Semua harus cermat menyikapi ini. Aturan mana yang dipakai. Harus ada pembahasan legalitasnya. Meski setiap munas pasti ada perubahan aturan, termasuk soal pengusulan calon kepala daerah,” paparnya.

Sementara, keterangan berbeda dilontarkan anggota Fraksi Golkar-PAN Amin Sugandi. Menurut dia, hingga saat ini fraksi maupun Golkar belum mengusulkan satu nama pun calon pendamping Nurhayanti.

Menurutnya, Golkar masih sangat berhati-hati mengambil kebijakan. Hal itu dilakukan mengingat perseteruan di tingkat DPP. Ia pun membenarkan, untuk menusulkan nama Golkar harus mendapat persetujuan dari DPP. “ Tapi inikan DPP sendiri masih berseteru. Makanya kita tetap hati-hati mengambil sikap,” terang Amin yang ikut pertemuan fraksi di RM Bambu Haur.

Ia pun tidak mempermasalahkan ancaman sekrtaris Koalisi Kerahmatan Hendrayana, yang akan menghapus hak usulan jika hingga pertemuan kedua Golkar-PAN tidak juga mengusulkan nama.

“ Silahkan saja itu, asalkan ada kesepakatan saat pertemuan kedua besok (hari ini,red),” tegasnya.(dkw/tik)

 

Feeds