Vila Liar Rusak Hutan Lindung

vila liar menjadi sorotan

vila liar menjadi sorotan

POJOKSATU.id, TAMANSARI–Vila liar di Kecamatan Tamansari menjadi sorotan. Selain ditengarai menempati kawasan resapan air, vila-vila tersebut diduga tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Informasi yang dirangkum Radar Bogor, vila yang diduga liar itu, mayoritas berdiri di wilayah Desa Sukajadi dan Sirnagalih. Mayoritas, vila tersebut milik orang Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Vila mewah ini dibandrol Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per malam. Sementara bangunannya berdiri di lereng gunung dengan kolam renang yang berada di bibir tebing. Luas luas lahan dan bangunan rata-rata mencapai 2.000 m2. Akses masuk menuju kawasan vila tersebut tertata dengan baik dan jalan aspal. Bahkan, beberapa vila tersebut, menawarkan fasilitas karaoke.

Direktur Eksekututif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdhan mengatakan, mayoritas vila tersebut berada di kawasan hutan lindung yang jelas perizinannya tidak ada. “Rusaknya kawasan yang merupakan area tangkapan air di hulu Sungai Cisadane itu, bertanggung jawab atas banjir besar yang melanda Tangerang, dan Jakarta setiap tahun,” ucapnya kepada Radar Bogor dalam pesan singkat, kemarin.

Untuk itu, sambung dia, pembongkaran vila liar di Bogor harus menjadi skala prioritas Satpol PP Kabupaten Bogor. “Bukan hanya vila di kawasan Puncak saja yang perlu dibenahi. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Satpol PP juga harus berani membongkar vila di kawasan Tamansari hingga ke wilayah barat Kabupaten,” tuturnya.

Tentu, lanjut dia, dengan memprioritaskan pembumihangusan vila liar yang berdiri di kawasan lindung. Menanggapi bermunculannya vila yang diduga ilegal itu, Kepala Bidang Bina Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menyatakan sejauh ada laporan resmi dari Dinas Tata Bangunan maka pihaknya akan bergerak. “Sepengetahuan kami vila-vila di Tamansari itu banyak menempati tanah negara. Tapi kan kami tidak bisa bergerak kalau belum ada surat dari Dinas Tata Bangunan,” kata Agus.

Satpol PP tidak akan tinggal diam jika memang sudah menerima surat pemberitahuan atau perintah pembongkaran. “Tidak mungkin kita lewatkan kalau memang ada pelanggaran perizinan bangunan,” jelasnya.

Selain bangunan liar, Agus menambahkan, Satpol PP juga terus berupaya memberantas kegiatan yang mengganggu ketertiban lingkungan, seperti penjualan minuman keras dan prostitusi. “Upaya ini untuk memberikan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu, kami juga berharap dukungan dari semua masyarakat,” tegasnya.

Kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran, pinta Agus, jangan segan-segan memberikan laporan kepada Satpol PP. “Partisipasi masyarakat penting, agar penyelesaian menyangkut pelanggaran perizinan bisa cepat ditindaklanjuti,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang penjaga vila, Dadang membenarkan bila vila yang dibangun dengan fasilitas kamar layaknya hotel akan disewakan bagi pengunjung. “Vila ini disewakan. Rata-rata mainnya pada hari Sabtu dan Minggu. Apalagi, libur panjang,” pungkasnya.(tik/c)

Feeds