Tolak Kenaikan Tarif, Penumpang Blokir Empat Stasiun

Nampak penumpang KRl Commuter Line memblokir rel kreta api.

Nampak penumpang KRl Commuter Line memblokir rel kreta api.

POJOKSATU.id, BOGOR – Penumpang KRL Commuter Line mengamuk, kemarin (6/4). Aksi tersebut dipicu karena kenaikan tarif KRL tersebut. Empat stasiun pun diblokir penumpang yakni stasiun Maja, Cikoya, Parung panjang dan Tenjo.

Akibat aksi sejak pukul 05:00 itu, lalu lintas kereta jadi terhambat. Salah seorang penumpang, Iksan mengatakan, mereka keberatan dengan naiknya tarif KRL.

“Banyak masyarakat menengah ke bawah keberatan dengan kenaikan tarif kereta sejak 1 April lalu,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin (6/4). Lanjutnya, biasanya Rangkasbitung-Angke hanya Rp 2.000, kini naik jadi Rp 5.000. Uang jaminan juga naik jadi Rp 15.000.

“Ini jelas memberatkan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Sabhara Polsek Parungpanjang, AKP Ida Bagus mengatakan, demo penumpang terjadi karena keberatan dengan kenaikan tarif KRL yang mencapai 150 persen. “Akibat aksi ini banyak penumpang yang telantar,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (6/4).

Jadwal kereta, kata dia, sempat tertunda hingga empat jam lebih. “Kereta baru normal setelah aksi warga berakhir pukul 09:00,” ungkapnya. Di akhir aksinya, kata dia, massa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan kenaikan tarif KRL.

(radar bogor/abe/lya)

Feeds