Kelaparan, Sekeluarga Makan Jamur Beracun

Berita Terkini Bogor, Berita Hari Ini Bogor

Yuda, anak dari Hidayat, masih kritis dan terbaring di ruang IGD RS PMI saat disambangi Kadinkes Kota Bogor, dr Rubaeah

POJOKSATU.id, BOGOR – Keluarga miskin sekarat akibat jamur beracun. A Hidayat (55) tak berpikir panjang. Warga Ranggamekar, RT 01/12, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan dan anaknya terkapar di RS PMI, Bogor.

Hidayat bersama anak ketiga dan kelima, Yuda Handika (18) dan Reni Lestari (15), kini menjalani perawatan intensif di RS PMI Bogor. Istri Hidayat, Yani (47), berhasil lolos dari petaka setelah dirinya pergi ke rumah saudaranya di Jakarta.

Hidayat sendiri merupakan pengangguran. Sehari-harinya dia bekerja serabutan. Cerita nahas itu berawal ketika Hidayat tak mendapat cukup uang untuk membeli lauk. Biasanya, di kondisi seperti itu, bapak dengan anak enam itu memilih membawa jantung pisang untuk disayur. Namun, kemarin dia tak mendapatkannya. Dia lantas ke kebun untuk mencari sayuran lainnya.

“Memang biasanya tidak ada apa-apa untuk dimakan,” sambung Suryati, adik ipar Hidayat.

Hidayat kemudian memperoleh jamur. Dia sama sekali tak mengetahui jika jamur yang dia bawa pulang mengandung racun yang mematikan.

“Biasanya enggak, itu kayak jamur bulan, dikasih sama orang tua,” ujar Hidayat ketika ditemui di ruang Cempaka kelas 3 A.

Sesampainya di rumah, Hidayat kemudian membersihkan jamur tersebut. Dia menumisnya dengan bumbu seadanya. Sekitar pukul 16:00, masakan jadi. Yuda dan Rani yang lapar, lahap betul memakannya. Tapi, rupanya, efek jamur tersebut cepat bereaksi. Tak sampai 30 menit, Hidayat merasakan pusing dan mual.

“Awalnya keringatan, saya bawa mandi makin parah, saya coba beli susu cuma enggak ngaruh, malah muntah,” ujarnya. Tak hanya Hidayat, kedua anaknya juga merasakan hal yang sama.

“Saya sempat dibawa ke Klinik Prima di Bondongan. Namun karena keterbatasan peralatan, sehingga dirujuk ke (RS) PMI,” cetusnya.

Yuda yang tampak paling parah. Dia berhalusinasi, matanya tak sanggup melihat jelas. Berulang kali dia merintih kesakitan sambil memegangi
perutnya. Oleh dokter PMI, Yuda dimasukkan ke IGD.

“Yang paling parah Yuda, karena dia makan banyak. Sudah ngelantur, bapaknya juga sebelum gak sadar bilang kuping gak ngedenger, terus gelap,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Rubaeah menjelaskan, dampak racun yang ditimbulkan tergolong parah. Hanya beberapa menit saja, keluarga Hidayat langsung diare, muntahmuntah, hingga kejang-kejang. Untuk mengetahui jenis racun yang termakan, dinkes akan mengujinya di laboratorium.

“Memang saat ditanya, jamurnya berbeda, warnanya kekuningan,” ujarnya.

(ded/ind/all/d)

Feeds