Siswa SMK Borces Tewas Dikeroyok

siswa, smk,dikeroyok

siswa, smk,dikeroyok

POJOKSATU.id, SUKARAJA-Aksi kekerasan di kalangan remaja kembali terjadi. Kemarin, Muhammad Ardiansyah alias David (17), siswa SMK Taruna Terpadu (Borces), tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 23:00, korban yang tinggal di Perumahan Pesona 2, Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, ini berkumpul bersama tiga orang temannya di depan Indomaret, Perumahan Pesona Cilebut, Desa Cilebut Barat.

Namun, sekitar pukul 03:00, ia didatangi enam pemuda, yakni IR (17), AH (19), MI (19), FH (16), FR (15), dan RI (18) yang mengendarai motor Supra Fit F 3348 KN dan Honda Blade B 6608 PMP, masing-masing dinaiki tiga orang.

Saat itu, salah satu pelaku, IR, meneriaki dan menunjuk David. Kemudian, FR yang masih tercatat sebagai siswa kelas tiga di salah satu SMP swasta dan IR mengejar korban dengan bersenjatakan cerulit.

Panik, korban pun sempat lari menyelamatkan diri. Nahas, usahanya tersebut justru dihadiahi FR dengan bacokan berkali-kali. Melihat korban bersimbah darah, keenam pelaku kemudian meninggalkan korban di lokasi begitu saja.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, tak dapat diselamatkan akibat luka di bahu dan pinggang sebalah kirinya yang cukup parah. “Korban sudah dibawa ke RSP Polri Kramatjati untuk dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek Sukaraja, Kompol Hida Tjahjono.

Lebih lanjut ia mengatakan, berbekal informasi dari rekan korban yang mengenal IR, polisi tidak memerlukan waktu lama untuk meringkus para pelaku. Sekitar delapan jam, keenam pelaku dapat ditangkap di rumahnya masing-masing. “Korban dan pelaku saling mengenal,” ujarnya.

Hingga kemarin, Unit Reskrim Polsek Sukaraja masih terus melakukan penyidikan. Namun, dugaan sementara motif penyerangan karena dendam.

Sementara itu, sanksi yang dikenakan kepada para pelaku yakni Pasal 80 ayat 3 UU No 24 Tahun 2009 dan Pasal 170 ayat 3 Jo 338 Jo 340 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara seumur hidup.
Hida mengimbau, kejadian tersebut seyogyanya bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Sebab, korban maupun para pelaku ini masih di bawah umur.

“Sangat ironis, mengingat anak-anak tersebut dini hari masih berkeliaran menggunakan sepeda motor milik orang tuanya dan membawa celurit tanpa ada perhatian,” tuturnya.

Apabila dibiarkan, kata dia, masalah tersebut akan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, bahkan terjadinya tindak pidana. “Pengawasan orang tua dibutuhkan dalam tumbuh kembang remaja,” pungkasnya.(azi/rub/c)

Feeds