“Kota Bekasi Harus Punya Perda Pelestarian Seni dan Kebudayaan”

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih, memukul gong tanda dibukanya rapat kerja (Raker) DKB Kota Bekasi.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih, memukul gong tanda dibukanya rapat kerja (Raker) DKB Kota Bekasi.

POJOKJABAR.com, RAWALUMBU – Dorongan untuk dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) Kesenian dan Budaya Kota Bekasi muncul diagenda rapat kerja (Raker) Dewan Kesenian Bekasi (DKB) di Sekretariat DKB Kota Bekasi Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Senin (16/4) kemarin.

Wakil Ketua Dewan Kesenian Kota Bekasi, Andi Sopandi mengatakan, Raker tersebut menekankan pada revitalisasi seni dan budaya di Kota Bekasi. Secara internal, Dewan Kesenian Kota Bekasi harus produktif dan kompak.

Sedangkan, secara eksternal DKB harus membuat gebrakan baru atas eksistensi kesenian di Kota Bekasi.

Lanjut Andi, atas dasar aspirasi pegiat seni budaya dan komite Dewan Kesenian Kota Bekasi akan mendorong Perda Pelestarian Seni dan Kebudayaan melalui DPRD Kota Bekasi.

”Kota Bekasi harus punya Perda pelestarian seni dan kebudayaan,” terang Sopandi.

Agenda Raker yang juga membahas progres perkembangan seni dan budaya Kota Bekasi juga menghadirkan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih yang membuka jalannya raker.

Dilokasi yang sama, Ketua Dewan Kesenian Kota Bekasi Ridwan Marhid menjelaskan, agenda raker sekaligus memperkenalkan budaya asli Kota Bekasi di tengah kondisi Kota Bekasi yang heterogen.

Pihaknya mengaku, memerlukan waktu yang cukup banyak guna memperkenalkan budaya asli Kota Bekasi kepada pengurus yang beberapa di antaranya juga warga pendatang.

“Ini penting dilakukan dengan tujuan agar lebih mudah memahami keaslian kebudayaan Kota Bekasi,” jelasnya Ridwan di tengah berlangsungnya Raker.

Disinggung mengenai agenda terdekat DKB, Ridwan Marhid yang terpilih menjadi ketua untuk ketiga kalinya menegaskan bahwa dalam waktu dekat DKB akan mengadakan pelatihan-pelatihan ke tengah lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan lomba membuat film-film pendek di kalangan karang taruna.

“Jadi actionnya seperti itu, kami akan menggandeng semua sanggar-sanggar budaya dalam hal ini, kita sudah mewacanakan kerjasama dengan semua hotel, perusahaan-perusahaan, dan instansi-instansi untuk bekerja sama dalam menjaga kesenian Budaya Bekasi,” pungkasnya.

(pay/pojokjabar)


loading...

Feeds