Batal Tampil di Piala Suratin, Persikasi Terancam Sanksi

Skuat Suratin Persikasi Kabupaten Bekasi foto bersama usai menjalani sesi latihan. Mereka gagal tampil di Piala Suratin 2018.

Skuat Suratin Persikasi Kabupaten Bekasi foto bersama usai menjalani sesi latihan. Mereka gagal tampil di Piala Suratin 2018.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Batalnya keikutsertaan Persikasi U-17 di Piala Suratin 2018 regional Jawa Barat membuat persoalan lain muncul. Selain kerugian materi, sanksi tidak diikutsertakan pada Suratin 2019 menanti Persikasi.

Sekretaris Tim Suratin U-17 Persikasi, Jemi Riswana mengaku sudah mendapat panggilan dari pihak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat (Jabar), terkait adanya pembatalan mendadak keikutsertaan Persikasi.

“Kita sedang berusaha agar tidak terkena sanksi secara lembaga. Saya sudah laporan ke Asprov, terkait kronologi semuanya”, ujarnya pada Radar Bekasi (Pojoksatu.id Grup), Senin (16/4/2018).

Lanjut Jemi, saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Asprov dan Komdis PSSI Jabar. Jemi menyebut pembatalan dilakukan sepihak, yakni oleh kepala pelatih Persikasi U-17, Babay. Kondisi itu juga ditengarai karena faktor perombakan kepelatihan sehingga berimbas pada tim.

“Kalau secara perseorangan silakan, minimal jangan sampai lembaga. Karena kasihan anak- anak ke depan nanti, bisa jadi tidak ikut Suratin 2019. Karena itu konsekuensi terburuknya”, jelasnya.

Padahal pertemuan sebelumnya sudah dilakukan KONI dengan pemain, sebelum bertolak ke Tasikmalaya. Baik penginapan maupun kebutuhan selama pertandingan diklaim sudah disediakan.

“Padahal sebelumnya, kan sudah ada pertemuan antara KONI dan pemain, plus pelatih Suratin. Istilahnya, persiapan dan pemberitahuan untuk tempat tinggal hotel, hingga konsumsi selama berada di Tasik sudah disiapkan”, katanya.

Ia membeberkan, sejumlah pengeluaran yang sudah dikeluarkan. Pertama, pemberian sepatu, bola, hingga uang jajan pemain sebesar Rp 500 ribu per orang, untuk 23 pemain yang akan diberangkatkan.

“Begitupun dengan operasional bus untuk memberangkatkan tim. Kalaupun tidak puas dengan omongan ini, bisa langsung kontak PO Bus nya. Kalau itu, saya datang langsung berbincang dengan PO Bus. Termasuk jasa boga (cathering), pada Askot Kota Tasik. Mereka sudah menyiapkan konsumsi dan hotel. Meski kita belum DP, tapi mereka sudah belanja”, bebernya.

Ia menilai, jika alasan pelatih kepala membatalkan keikutsertaan tim secara sepihak dengan alasan khawatir atlet kesulitan di Tasikmalaya dinilai tidak masuk akal. Karena, untuk anggaran cabor sepak bola sudah disiapkan. Namun, kata dia harus menunggu anggaran cair dari pemerintah daerah dan kedua, harus ada mekanisme yang ditempuh.

“Sebelumnya, kita nunggu cair anggaran dan aturan main yang menerima Askab (Asosiasi Kabupaten) PSSI Bekasi. Artinya, kita menunggu pak Eka juga (Ketum Persikasi). Untuk Suratin kemarin, total yang dipersiapkan yaitu Rp100.000.000 untuk tempat, makan dan uang saku. Belum nanti kalau sudah di lokasi”, tandasnya.

(dan/pojokjabar)


loading...

Feeds