Yahh… Persikasi Batal Tampil di Piala Suratin, Penyebabnya karena Ini

Tim Suratin U-17 Persikasi, bersama Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli, (kanan), saat berada di Kantor KONI Jalan Rawa Tembaga, Kecamatan Bekasi Selatan. Foto Dani/Radar Bekasi

Tim Suratin U-17 Persikasi, bersama Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli, (kanan), saat berada di Kantor KONI Jalan Rawa Tembaga, Kecamatan Bekasi Selatan. Foto Dani/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kabar kurang sedap menimpa tim U-17 Persikasi yang gagal tampil di Piala Suratin 2018 regional Jawa Barat.

Sejatinya, Persikasi sudah berlaga diputaran grup H, Sabtu (14/4/2018) akhir pekan kemarin. Namun, tim gagal berangkat lantaran polemik yang muncul di kepelatihan dan tim jelang laga.

Pembatalan sendiri, diduga akibat imbas pergantian kursi kepelatihan yang sebelumnya pelatih kepala ditukangi Babay yang ditunjukan Ketua Umum Persikasi, Eka Supria Atmaja. Tim yang sudah dibentuk, disebut-sebut merupakan tim bentukan Babay sehingga pelatih Persikasi U-17, Ade Mulyadi tidak bisa berbuat banyak.

Saat dikonfirmasi, Jum’at (13/4/2018) malam, Ade mengaku kaget dengan informasi adanya pembatalan. Padahal persiapan tim sudah dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan KONI Kabupaten Bekasi.

Padahal, satu jam sebelumnya, anggaran pemberangkatan sudah di berikan oleh KONI Kabupaten Bekasi.

“Saya dapat info kalau jadwal sudah dirubah untuk group H, gak ada Persikasi,” terangnya.

Ditengah simpang siur pembatalan, Pelatih Suratin 2017, Adrial, juga sempat mendapat mandat untuk membentuk tim Suratin itupun bukan dari Ketua Persikasi, Eka Supria Atmaja. Melainkan, dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi.

Pihaknya mendapat waktu untuk membentuk tim, dari hasil komunikasi dengan pihak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Kabupaten Bekasi masih diberikan kesampatan sampai Jum’at pukul 18.00. Namun sayang hal itu tidak terwujud.

“Tapi saya tetap komunikasi dengan Babay. Saya sudah punya tim, dan saya pertimbangkan lagi,” kata Adrial, yang kaget menerima mandat tersebut.

Alhasil, hingga batas waku yang ditentukan oleh Asprov PSSI Jawa Barat, Jumat (13/4/2018) pukul 18. 00 ,tim suratin tidak terbentuk. Selang beberapa lama, jadwal pertandingan untuk grup H berubah.

Terkait hal ini, Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli, mengaku pembatalan yang dilakukan sudah mencoreng nama Kabupaten Bekasi. Padahal pihaknya sudah berupaya memfasilitasi pemain dan pelatih.

“Saya semuanya persiapkan, anggaran dari kantong pribadi. Karena apa yang di minta tim pelatih yang katanya mencapai lima orang belum ada, karena itu masih menunggu anggaran. Saya sangat hati- hati juga, soal anggaran. makannya saya pake anggaran sendiri,” jelas Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli.

Romli yang turun gunung menata Persikasi pasca vakumnya Askab PSSI dan belum rampungnya kepengurusan Persikasi harus menerima pil pahit.

“Saya berusaha semaksimal mungkin. Bukan sebagai KONI, tapi saya sebagai pecinta sepak bola. Saya tau saya melangkahi, kalau tidak kita siapa lagi. Tapi pembatalan ini memang sebuah tamparan,” tandasnya kecewa.

(dan/pojokjabar)


loading...

Feeds