Summarecon Mal Bekasi Hadirkan Wahana Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang area Pelabuhan di wahana The Legend of Sriwijaya Empire, di Summarecon Mall Bekasi (SMB), Minggu(12/4). Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang area Pelabuhan di wahana The Legend of Sriwijaya Empire, di Summarecon Mall Bekasi (SMB), Minggu(12/4). Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Setelah sukses mengajak para pengunjung menjelajah luar angkasa, tahun ini Summarecon Mal Bekasi menghadirkan wahana baru menelusuri sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Wahana bertajuk “The Legend of Sriwijaya Empire” dibuka sejak 12 April 2018 di lantai 1, Summarecon Mal Bekasi. Pengunjung akan diajak masuk ke dalam 11 area berbeda untuk mengetahui sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya.

Ugi Cahyono selaku Center Director Summarecon Mal Bekasi mengatakan, wahana edukasi bagi keluarga, mengajak pengunjung mengetahui sejarah perkembangan jalur rempah di Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar pada abad ke tujuh.

Wahana tersebut buka mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Pengunjung dapat menikmati perjalanan sejarah selama 30 menit dengan membeli tiket seharga Rp35 ribu.

“Bagi para pelajar maupun orangtua beserta anaknya, wahana ini dapat membantu untuk mempelajari sejarah lebih menarik dengan adanya perpaduan teknologi di berbagai area.Sistem OR code menjadi nilai tambah pada wahana kali ini yang dapat membantu dan memudahkan para pengunjung menemukan makna sejarah dari setiap artefak yang ada.” ujarnya.

Sebagai salah satu kerajaan yang besar di Indonesia, Kerajaan Sriwijaya pun mampu menjadi gerbang pengenalan nusantara ke dunia lewat perdagangan yang berkembang pesat khususnya melalui jalur laut. Oleh karenanya, dalam wahana ini, pengunjung akan diajak merasakan suasana perdagangan rempah di Kerajaan Sriwijaya melalui keunikan 11 area yang tersedia.

Replika kapal Kerajaan Sriwijaya akan menyambut para pengunjung yang seolah turut menjadi bagian dari penjelajahan jalur laut perdagangan rempah. Memasuki area pertama yaitu I-Tsing yang akan mengenalkan kisah seorang biksu yang melakukan perjalanan dan menuliskannya menjadi sebuah catatan. Hingga saat ini I-Tsing dikenal sebagai orang pertama yang membuat catatan tentang kerajaan Sriwijaya.

Lalu dalam area kedua yaitu Area Pelabuhan, pengunjung akan diajak melihat video yang berisi sejarah jalur rempah Kedutaan Sriwijaya dalam nuansa pelabuhan kapal. Ulasan video tidak hanya bercerita mengenai kekuatan Kerajaan Sriwijaya hingga menjadi kerajaan maritim yang kuat dan kaya raya dengan hasil komoditas rempah-rempahnya, tetapi juga menceritakan penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya. Video ini menjadi sebuah pelajaran sejarah yang menarik untuk disimak oleh para pengunjung.

Setelah mengetahui sejarahnya, di area ketiga yaitu Area Perahu pengunjung akan diajak untuk menikmati pengalaman suasana pasar rempah melalui replika perahu yang dibuat menyerupai perahu yang digunakan di zaman kerajaan Sriwijaya.

Selain mengenal jalur perdagangan, Kerajaan Sriwijaya pun memiliki beragam peninggalan prasasti dan candi yang dapat dilihat di area Prasasti. Di dalamnya terdapat sebuah replika candi Muaro Jambi yang dikenal sebagai kawasan candi terluas di Indonesia. Selain peninggalan, kekuatan perdagangan jalur laut tentu memerlukan sarana kapal yang memadai. Pengunjung akan dapat melihat display kapal-kapal yang digunakan oleh kerajaan Swirijaya dalam perdagangan rempah di area Teknologi Perkapalan.

Keseruan perjalanan akan bertambah di dalam area Hunian Laut. Di area ini terdapat display rumah masyarakat pada masa itu. Dalam area tersebut juga tersedia area trick art untuk berfoto yang membuat perjalanan semakin menyenangkan.

(pay/pojokjabar)


loading...

Feeds