Dua Bulan Belum Digaji, Marketing Meikarta Demo Manajemen

Marketing Meikarta menggelar aksi di depan kantor marketing gallery di Cikarang Selatan. Foto : Enriko/Pojokjabar

Marketing Meikarta menggelar aksi di depan kantor marketing gallery di Cikarang Selatan. Foto : Enriko/Pojokjabar

POJOKJABAR.com, BEKASI – Puluhan karyawan Meikarta menggelar aksi di depan Marketing Gallery, Orange County, Cikarang Selatan, Senin (16/4/2018). Mereka menyuarakan sejumlah tuntuntan termasuk soal gaji yang belum dibayar.

Karyawan dari divisi marketing menuntut agar gaji yang belum dibayar agar segera dilunasi. Mereka juga mempertanyakan kebijakan manajemen soal amandemen.

“Mana ada in house jadi agency, dan agency jadi in house. Kita juga meminta agar gaji kami yang belum dibayar agar dibayarkan secara full,” kata Al Oktanto, penanggungjawab aksi.

Gaji yang belum dibayar, kata Oktanto, sejak Februari dan Maret. Sebanyak 1.900 marketing, kata dia, mengalami nasib yang sama.

“Terhitung 2 bulan belum dibayar. Bahkan hampir 3 bulan. Kami ini punya keluarga yang harus diberi nafkah. Jadi kami minta kepada manajemen agar gaji kami dibayar,” ungkapnya.

Kebijakan lain yang dianggap memberatkan karyawan yakni soal absen 5 kali sehari. Jika tidak terpenuhi absen tersebut, maka akan dicoret atau dipecat secara sepihak.

“Kebijakan yang dibuat manajemem bobrok. Akhirnya dibebankan ke marketing. Kita sudah dua bulan puasa total karena gaji belum dibayar,” ungkapnya.

Aksi yang dilakukan marketing Meikarta ini rencananya akan dilakukan selama tiga hari hingga Rabu (18/4/2018). Kata Oktanto, peserta yang melakukan aksi tersebut akan datang dari berbagai daerah.

“Dari daerah lain seperti Bandung, Serang Banten, Surabaya, Jakarta dan Depok akan melakukan aksi ini. Kalau tidak ditanggapi maka kita akan lakukan aksi lebih besar. Kita juga akan audiensi ke DPR RI,” ungkapnya.

Aksi karyawan Meikarta ini sempat diterima pihak manajemen. Hingga berita ini diturunkan, perundingan masih terus berlangsung.

Sementara pihak manajemen Meikarta enggan dimintai keterangan oleh media.

(enr/pojokjabar)


loading...

Feeds