Baru 73 Persen Masyarakat Jabar Konsumsi Air Bersih, Sisanya Pakai Air Apa?

Acara Hari Air Dunia tingkat Provinsi Jawa Barat 2018 di Situ Abidin, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Enriko/Pojokjabar

Acara Hari Air Dunia tingkat Provinsi Jawa Barat 2018 di Situ Abidin, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Enriko/Pojokjabar

POJOKJABAR.com, BEKASI – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan prihatin dengan kondisi sungai dan kali di Jawa Barat saat ini. Karena masyarakat dengan seenaknya membuang sampah ke sungai hingga membuatnya tercemar.

Padahal kata Heryawan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan debit air tertinggi dan curah hujan tertinggi se-Indonesia. Sayangnya, air yang mengalir di sungai dan kali di Jawa Barat kini sudah banyak yang kotor karena tercemar.

“Pembuangan sampah ke kali dan sungai sangat dashyat. Masyarakat merasa tidak berdosa membuang sampah ke sungai. Seperti Sungai Citarum. Ini yang kita sayangkan,” katanya saat memberikan sambutan di Hari Air Dunia ke-26, di Situ Abidin, Kampung Bedeng, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/3/2018).

Lelaki yang karib disapa Aher ini mengatakan, air yang kotor disebabkan karena minimnya perhatian masyarakat untuk menjaga dan merawat sungai serta kali. Sehingga, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan air kotor hingga kini.

“Di Jawa Barat sampai saat ini ada 73 persen masyarakat yang mengakses dan mengkonsumsi air bersih. Sisanya wallahu’alam mengkonsumsi air apaan itu,” ungkapnya.

Akibat dari itu, lanjut Aher, jumlah warga yang sakit lantaran mengkonsumsi dan menggunakan air kotor di Jawa Barat jumlahnya masih cukup tinggi.

“Makanya kita harus menjaga air agar tetap bersih dari hulu hingga ke hilir. Jangan sekali-kali membuang sampah atau apapun ke sungai atau kali. Tapi ternyata kalau ada peternakan buang kotorngannya masih ke kali, atau masih ada jamban di kali. Itu tetap saja mencemari air,” katanya.

Di kesempatan kali ini, Aher mengajak peserta yang hadir agar menjaga dan merawat air serta sungai. Karena air merupakan sumber kehidupan, seperti tema besar dari perayaan Hari Air Dunia yakni Lestarikan Alam untuk Air.

(enr/pojokjabar)


loading...

Feeds