Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah di Kabupaten Bekasi dengan Waktu 15 Menit

Warga mulai memperbaiki atap rumah yang hancur diterjang angin puting beliung pada Selasa (13/2) dini hari di RT02/04, Kampung Elo Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Foto Ariesant/Radar Bekasi

Warga mulai memperbaiki atap rumah yang hancur diterjang angin puting beliung pada Selasa (13/2) dini hari di RT02/04, Kampung Elo Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Foto Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, SUKATANI – Angin puting beliung kembali menghancurkan puluhan rumah di Kampung Elo, RT02/04, Desa Sukamanah, Selasa (13/2/2018) dini hari. Ada 44 rumah yang terkena puting beliung, 25 rumah rusak parah. Angin puting beliung juga menghantam enam rumah di Kampung Blokang, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia.

Warga Kampung Elo RT02/04, Desa Sukamanah, Umihanih menuturkan, saat puting beliung terjadi, warga yang berada di dalam rumah berhamburan keluar, karena atap rumah pada terbang kebawa puting beliung.

“Saat kejadian, banyak warga yang sedang tidur, tapi tidak sampai ada korban, karena pas tahu ada angin puting beliung, pada berhamburan keluar rumah, atap rumah pada copot kebawa angin, barang-barang yang ada diluar semuanya berterbangan ke bawa angin,” ucapnya saat ditemui, Selasa (13/2/2018).

Dijelaskan Umihanih, suara angin seperti mesin mobil tronton dan sangat kencang, ditambah lagi angin puting beliung dibarengi turunnya hujan.

“Sekitar 15 menit angin puting beliung menghancurkan rumah warga, di barengin hujan gerimis, warga lain juga banyak yang pada keluar, karena terkejut sama suara angin yang cukup bising, saya keluar juga takut-takut,” bebernya.

Warga lainnya, Sofian menambahkan, musibah seperti ini pertama kalinya terjadi disini, sebelumnya belum pernah walaupun ada angin tapi tidak sampai menghancurkan rumah.

“Begitu angin datang, saya beserta istri dan anak langsung mengungsi ke rumah saudara, takut bangunan rumah ambruk,” ucapnya sambil merapihkan rumahnya yang porak-poranda.

Kata Sofian, kerugian atas kerusakan rumahnya yang dihantam angin puting beliung mencapai Rp12 juta. Pasalnya atap rumah semua hancur tersapu puting beliung, dan tidak bisa digunakan kembali, bahkan terpaksa harus membeli yang baru.

Sementara korban angin puting beliung lainnya, Andi, menyanyangkan lambatnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bagi warga yang ditimpa musibah tersebut. Pasalnya, sampai sore belum ada bantuan sama sekali, karena tidak semua warga yang rumahnya terkena angin puting beliung mempunyai uang untuk perbaikan rumah.

“Pemerintah kurang tanggap, harusnya bantuan cepat sampai, karena enggak semua warga punya duit, kalau enggak diperbaiki cepat-cepat takut hujan turun, air bisa masuk semua ke dalam rumah,” tukasnya.

Andi berharap, bantuan bisa tersalurkan secepatnya, karena banyak warga yang melakukan perbaikan harus minjam ke tetangga atau saudara, bahkan ada beberapa rumah yang belum diperbaiki.

Sementara Camat Sukatani, Bennei Y Iskandar mengaku baru mengetahui kejadian ini saat pagi hari. Setelah mendapatkan kabar, dia langsung meninjau ke lokasi dan melihat kondisi warga yang terkena angin puting beliung.

“Saya sudah mengajukan permohonan ke BPMPD, karena mereka yang mempunyai anggaran untuk menangani korban musibah alam, dan mudah-mudahan saja bisa secepatnya turun,” ucapnya.

(pra)


loading...

Feeds