Payah, Penggabungan Dualisme BK Biliar Alot

Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin, saat membuka babak kualifikasi Porda XIII di Kota Bekasi akhir 2017 lalu. Foto Dani/Radar Bekasi

Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin, saat membuka babak kualifikasi Porda XIII di Kota Bekasi akhir 2017 lalu. Foto Dani/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Imbas dari dualisme babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), membuat persiapan porda cabor biliar tersendat.

Ketua Umum POBSI Kota Bekasi, Hedi Yustaja, menyatakan, perkembangan pengkawinan hasil BK belum berjalan mulus. Sampai saat ini, pengesahan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat masih belum dilakukan.

“Saya dengar, saat ini masih banyak yang belum diverifikasi. Jujur saja, kita sudah sesuai dengan perintah KONI Jabar, bukan perintah pengda (Pengurus Daerah) yang melaksanakan BK POBSI di Cirebon. Tapi, dari wacana yang berkembang bahwa akan sulit menyatukan BK Porda yang di Cirebon dengan Kota Bekasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bekasi (Pojoksatu.id Grup), Selasa (13/2/2018).

Sulitnya penggabungan dualisme BK kata dia, pertama soal legalitas penyelenggara, KONI Jabar dinilainya memiliki otoritas. Kedua, jika digabungkan akan terkendala dalam pelaksanaan Porda.

“Nanti saat Porda, pendanaan dan sarana prasarana akan dihadapi bila pengkawinan dilakukan. Kita semua tahu, selama ini dalam pelaksanaan porda kan 16 Full. Kalau digabung, lebih dari itu. Nah, nanti persoalan ini bagaimana,” katanya.

Sebelumnya, ada wacana penggabungan hasil BK yakni di akhir Januari 2018. Namun masih ada beberapa cabor yang belum terdata atau terverifikasi. Kondisi itu masih menjadi kendala tuan rumah Kabupaten Bogor, juga KONI Jawa Barat.

“Terkait itu memang benar, tapi masih ada kendala. Karena untuk ikut porda tentunya harus terdata soal nama kalau yang by name, terus by number dan hal lainnya oleh KONI Jawa Barat, juga oleh tuan rumah,” katanya.

Batas verifikasi lanjut Hedi, pada bulan Maret 2018. Waktu yang mepet dinilai akan menyulitkan KONI dan Tuan Rumah Porda.

“Persoalan mutasi juga bulan Maret 2018, atau April lah, tapi gak mungkin juga kalau KONI mengesahkan, sementara proses mutasinya masih berjalan. Karena tuan rumah minimal harus masukin nama- nama,” tandasnya.

(dan)


loading...

Feeds

Tol-BORR

YLKI: Sebaiknya Tol BORR Jalan Terus!

Penghentian sementara pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIB menuai kritik banyak pihak. Pasalnya, moratorium dari Kementerian Pekerjaan …