Dinkes Kota Belum Miliki Ambulan Plus Khusus Jantung dan Stroke

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Fasilitas pelayanan kesehatan berupa pengadaan ambulan plus untuk pasien jantung dan stroke masih menjadi catatan penting Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Pasalnya biaya yang dibebankan kepada pasien untuk penggunaan ambulan plus tergolong tinggi diatas Rp 4 juta meski masih didalam Kota Bekasi. Hal itu sempat dirasakan salah satu pasien warga Kayuringinjaya Bekasi Selatan.

Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Fikri Firdaus menjelaskan, sejauh ini ambulan plus memang belum semua dimiliki rumah sakit di Kota Bekasi termasuk Dinas Kesehatan.

”Memang untuk ambulan plus pihak dinkes kota bekasi belum punya. Rumah sakit swasta pun tidak memiliki ambulan plus, ambulan plus masih di miliki oleh pihak swasta yang mengelola sendiri ambulan plus tersebut,” jelasnya.

Kendati demikian meski Dinkes Kota Bekasi tidak memiliki ambulan plus, pasien yang mengunakan KS NIK hanya membayar maksimal Rp 5juta meskipun keluar kota.

“Kita dari dinkes sudah mengcover bagi warga yang menggunakan Kartu Sehat berbasis NIK, apabila menggunakan ambulan plus hanya di kenakan Rp 5 juta atau Rp4,5 juta. Kenapa harganya mahal, memang ambulan plus tersebut super lengkap dari ICU dan lainnya. Hanya saja dinkes kota bekasi belum memilikinya karena harganya yang sangat mahal. Tapi ada rencana bakal mendatangkan satu unit ambulan plus,” ungkapnya

Fikri menambahkan, pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang di sepakati hanya ambulan biasa dengan biaya Rp 300 ribu rupiah.

“Beberapa ambulan dengan harga yang berbeda, Natar Banzar, 118, itu ada yang berkisar Rp5 juta, Rp4,5juta. Itu untuk ambulan plus bukan ambulan biasa. Ambulan plus di dalamnya ada pentilator, ada peralatan untuk ICU nya juga. Ambulan tersebut memang harganya seperti itu, dan bisa di sesuaikan berdasarkan kilometer,” tambahnya.

Dijelaskannya beberapa rumah sakit swasta saat ini juga masih mengandalkan ambulan plus dari luar. Sejauh ini kata dia, tidak ada laporan terkait penggunaan ambulan tersebut.

“Untuk biaya ambulan plus, selama ini sih di beberapa kasus mereka lancar – lancar saja, seperti RS Awal Bros, Satria Medika, RS THB mereka menggunakan ambulan plus. Begitu juga RS Hermina Galaxy Bekasi yang memakai jenis ambulan plus milik Banzar atau milik 118.”tandasnya.

(pay)


loading...

Feeds

Tol-BORR

YLKI: Sebaiknya Tol BORR Jalan Terus!

Penghentian sementara pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIB menuai kritik banyak pihak. Pasalnya, moratorium dari Kementerian Pekerjaan …