Tiga Potensi Kerawanan Pilgub Jabar di Kabupaten Bekasi, Pertama Ialah..

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Wilayah Kabupaten Bekasi tergolong rawan saat pesta demokrasi, termasuk di Pilgub Jabar 2018. Ada beberapa kerawanan yang berpotensi muncul dan mewarnai hajat pemilihan kepala daerah.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi, Syaiful Bachri, mengatakan jika mengacu pada pilkada sebelumnya, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) menduduki peringkat pertama potensi kerawanan di Kabupaten Bekasi. Sedangkan praktik money politic di peringkat kedua dan disusul kecurangan dari pihak penyelenggara.

“Di pilkada kemarin kan ada ASN yang ikut mengantarkan kandidat mendaftar ke KPU. Nah memang untuk di Kabupaten Bekasi ini keterlibatan ASN paling rawan, kemudian baru money politic,” ungkapnya kepada Pojokjabar.com.

Untuk mengantisipasi terulang kembali ASN terlibat di pilkada, kata Syaiful, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan yang ditujukkan ke bupati untuk diteruskan ke jajarannya.

“Ya imbauannya agar ASN netral. Karena posisi ASN bukan berarti tidak boleh mencoblos, tapi dalam pengertian dia tidak memihak saat masa kampanye,” katanya.

Sementara soal praktik politik uang, lanjut Syaiful, cenderung terjadi di kalangan masyarakat pedesaan. Karena di pedesaan, praktik tersebut seolah sudah menjadi budaya.

“Kalau masyarakat perkotaan sudah melek isu politik, informasi dan teknologi. Potensinya (praktik politik uang) tetap ada. Ya mudah-mudahan sudah hilang, karena pemberi dan penerima bisa dipidana,” ujarnya.

Untuk potensi kecurangan dari pihak penyelenggara, kata Syaiful, titik kerawanan ada di level bawah. Seperti di tingkat KPPS atau PPS.

“Yang rawan di level KPPS. Pengalaman di pilgub kemarin penggelembungan suara nyaris tidak ada. Tapi kerawanan dalam artian kesalahan dalam menghitung C1 itu pasti ada, kalau itu karena human error,” ungkapnya.

(enr/pojoksatu)


loading...

Feeds