Tega Banget, Dana Rutilahu di Kabupaten Bekasi ‘Disunat’ Segini

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Soleman sedang mendengarkan keluhan dari penerima manfaat dana rutilahu.Istimewa

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Soleman sedang mendengarkan keluhan dari penerima manfaat dana rutilahu.Istimewa

POJOKJABAR.com, BEKASI – Penerima manfaat dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, mengaku menjadi korban ‘penyunatan’ anggaran. Dana bantuan yang dipotong sebesar Rp1,5 juta.

Penyunatan dana bantuan rutilahu ini dialami Mujiyono (49), warga Kampung Buwekjaya RT03/02, Desa Tridayasakti. Sebelum disunat, ia mendapat dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sebesar Rp15 juta.

Mujiyono mengatakan, setelah mengambil dana banguan tersebut dari BJB, tiba-tiba ia didekati oknum pegawai desa. Ia kemudian diajak masuk ke dalam sebuah mobil.

“Di dalam mobil itu saya diarahkan harus seperti apa. Dan, akhirnya dua orang datang ke rumah saya dan meminta uang rutilahu Rp1,5 juta. Lalu saya kasih,” ujar Mujiyono, Senin (22/1/2018).

Merasa dirugikan, Mujiyono didampingi GMBI melaporkan hal tersebut ke Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman, mengatakan dari pengakuan yang ia terima, korban juga diarahkan untuk membeli material bangunan di toko bangunan yang sudah ditunju

“Kita sudah dengarkan kejadian kronologisnya dari korban seperti apa dan itu memang betul dana rutilahu disunat,” katanya.

“Ini pencairan program rutilahu di 2017. Ini dipotong per titik penerima itu Rp1,5 juta. Hal ini jadi pintu masuk ADD juga. Ini rutilahu yang masuk ke rekening penerima saja masih dipotong,” sambungnya.

Soleman mempersilakan korban melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

(enr/pojoksatu)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds