Simak Nih, Sanksi bagi Anggota Fraksi Gerindra Kabupaten Bekasi yang Tidak Bekerja di Pilgub

Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi saat konferensi pers terkait Pilgub Jabar 2018.Enriko/Pojoksatu

Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi saat konferensi pers terkait Pilgub Jabar 2018.Enriko/Pojoksatu

POJOKJABAR.com, BEKASI – Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi akan memberikan sanksi tegas bagi anggota Fraksi Gerindra yang tidak bekerja memenangkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018.

Tidak main-main, sanksi yang diberikan mulai dari PAW hingga pemecatan sebagai kader Gerindra.

“Iya pasti ada sanksi. Kalau tidak bekerja memenangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu akan kita gunakan hak kita sebagai ketua DPC. Seperti pengusulan PAW atau pemecatan,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha, kepada Pojokjabar.com, Minggu (21/1/2018).

Namun sanksi tersebut, kata Nugraha, akan diberikan berdasarkan persetujuan PAC.

“Tujuh anggota dewan dari Gerindra datang semua saat Rakorda. Tapi kalau di Pilgub nanti tidak bekerja, ya tentunya ada sanksi,” ucapnya.

“Jadi nanti ada yang mengawasi, misalnya si anggota dewan itu turun gak? Kalau gak turun akan menjadi catatan kita,” lanjutnya.

Disinggung soal penguatan basis dukungan di tiap dapil, kata dia, seluruh dapil di Kabupaten Bekasi akan menjadi fokusnya.

“Tidak ada dapil yang lemah, jadi semua dapil akan kita perkuat. Karena saya menghargai PAC,” katanya.

Selain penguatan di tiap dapil, pihaknya juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk mensosialisasikan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Menurutnya, medsos cukup bisa mempengaruhi pemilih, khususnya pemilih pemula.

“Tapi medsos juga tidak bisa dijadikan andalan. Karena pasti semua orang juga akan memanfaatkan medsos. Jadi pemilih pemula akan kita garap melalui strategi yang lain,” ungkapnya.

(enr/pojoksatu)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds