Kepala Dishub Kabupaten Bekasi Iri dengan Surabaya, Kenapa Ya?

Kemacetan Seringkali Terjadi di Jalan Raya RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi./Foto: Istimewa

Kemacetan Seringkali Terjadi di Jalan Raya RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi mengaku sarana dan prasarana yang dimiliki sudah ketinggalan zaman dibanding daerah lainnya, seperti soal kamera pamantau atau CCTV di titik kemacetan.

“Kita sebagai daerah penyanggah ibu kota dan ABPD yang begitu besar memang ketinggalan dengan daerah lain soal sarana dan prasarana. Di daerah lain sudah punya alat pemantau menggunakan CCTV, di kita baru memasuki tahun kedua, dan yang sudah tersambung baru di 29 titik,” ungkap Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Suhup.

Sedangkan untuk titik jalan yang sudah terhubung sengan pengeras suara atau speaker, lanjut Suhup, sebanyak 15 titik. Alat pengeras suara yang dipasang di titik kemacetan itu untuk mengingatkan pengguna jalan yang melanggar peraturan.

“Jadi kalau ada kemacetan atau yang melanggar displin bisa kita tegur langsung melalui ruangan CCTV. Alat pengeras suara ini sudah terpasang tapi belum di semua titik kemaetan dan rawan pelanggaran lalu lintas,” katanya.

“Kita iri kalau lihat Surabaya yang sudah terpasang CCTV dan tersambung di hampir 200 titik, jadi bisa dipantau di ruangan. Kita baru 15 titik CCTV yang sudah tersambung dengan speaker,” lanjutnya.

Baca juga: H+5 Lebaran Lalin di Kota Bekasi Masih Lengang

Pemasangan CCTV dengan alat pengeras suara belum bisa dilakukan di semua titik. Karena kata Suhup, pemasangan alat tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Sekitar Rp20 miliar untuk pasang alat itu, tapi ini kita sudah tahun kedua. Mudah-mudahan kita bisa pasang di titik lainnya,” katanya.

(enr/pojoksatu)


loading...

Feeds