Disdik Tak Tahu Ada Sekolah Rusak di Kabupaten Bekasi?

Sejumlah siswa dan siswi SDN Sirnajaya 02 tetap fokus belajar di ruang kelas yang kondisi atapnya telah rusak di Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, kemarin. Foto Ariesant/Radar Bekasi

Sejumlah siswa dan siswi SDN Sirnajaya 02 tetap fokus belajar di ruang kelas yang kondisi atapnya telah rusak di Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, kemarin. Foto Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, bakal menelusuri kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirnajaya 02 yang rusak di Kecamatan Serangbaru. Pasalnya, selama ini Disdik mengaku tidak pernah menerima laporan terkait kondisi sekolah rusak tersebut.

“Ini harus ditelusuri, kenapa kami tidak pernah menerima laporan terkait sekolah yang rusak tersebut?. Kalau memang itu ternyata sudah belasan tahun rusak, tentu seharusnya segera direnovasi, tidak dibiarkan seperti itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Maman Agus Supratman saat ditemui, Kamis (11/1/2018).

Supratman menduga, ada hal yang terputus sehingga kondisi sekolah di lapangan tidak sepenuhnya diterima Disdik.

Menurutnya, pihak sekolah pastinya telah mengeluhkan kondisi ini tiap tahun dan memohon segera dibangun. Namun keluhan itu tidak pernah sampai ke Disdik.

“Kalau penilaian saya, pihak sekolah pastinya melaporkan hal ini. Sebab tidak mungkin mereka diam saja dengan kondisi tersebut. Tapi kenapa tidak pernah sampai ke kami?. Tentu ini akan kami telusuri dan perlu dievaluasi,” tukasnya.

Lanjut Supratman, pihaknya bakal turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi sekolah. Jika memungkinkan, para siswa akan dipindahkan sementara ke sekolah terdekat.

“Kami akan kaji dulu, jika memungkinkan siswanya akan kami bagi dulu ke sekolah terdekat. Ini sebagai langkah awal, agar mereka nyaman belajar Kami tidak bisa melakukan pembangunan atau perbaikan, karena itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ucapnya.

Dikatakannya, mulai tahun ini Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) tingkat kecamatan dihapuskan. Awalnya, UPTD berperan sebagai pengelola sejumlah sekolah berdasarkan wilayah, sekaligus menjembatani sekolah dengan Disdik.

Setelah UPTD dihapus, tambah Supratman, banyak laporan terkait kondisi sekolah rusak yang selama ini tidak dilaporkan.

“Jadi ada juga laporan ke kami. Maka mengapa dan ada apa ini?. Sebelumnya kenapa tidak ada laporan dan mengapa justru ditutupi?,” katanya heran.

Supratman menegaskan, kondisi SDN Sirnajaya 02 Kecamatan Serangbaru menjadi pembuka kondisi sekolah di lapangan.

“Ini menjadi potret pendidikan di Kabupaten Bekasi. Tapi kami pastikan, kondisi SDN Sirnajaya 02 akan diusulkan dan harus masuk dalam APBD 2019 dan dibangun pada 2019. Dan perlu digaris bawahi, kami tidak akan membiarkan hal ini berlarut –larut satu ruangan kelas dipakai dua rombongan belajar (rombel),” tegasnya.

(and)


loading...

Feeds