Keren, Kota Bekasi Jadi Kota Pertama yang Terapkan PLTSa

Pekerja mengecek mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Sumur Batu, Bantar Gebang. Kota Bekasi menjadi kota pertama pengembangan teknologi listrik tenaga sampah, yang dapat menghasilkan 34 Megawatt dengan 2500 ribu ton sampah. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

Pekerja mengecek mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Sumur Batu, Bantar Gebang. Kota Bekasi menjadi kota pertama pengembangan teknologi listrik tenaga sampah, yang dapat menghasilkan 34 Megawatt dengan 2500 ribu ton sampah. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, RAWALUMBU – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyebut Pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumurbatu, Nusa Wijaya (NW) Industries Group sudah mulai melakukan Testing dan Komisioning (Commissioning Test).

Commissioning test adalah serangkaian kegaiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang telah dikerjakan dan dioperasikan. “Sudah komisioning, sudah mulai pembakaran,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini, Rabu (6/12/2017).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini baru ada satu unit alat Pembangkit Listik Tenaga Sampah yang dibangun. Dirinya memprediksi bahwa untuk pengelolaannya akan membutuhkan lima unit.

Pemkot Bekasi juga masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) terkait dengan operasional alat PLTSa di Sumurbatu. Karena, Kota Bekasi tidak masuk dalam daftar tujuh Kota di Indonesia yang ditugaskan untuk mengelola sampah menjadi listrik sebagaimana Perpres Nomor 18 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

“Pemerintah menyediakan sarana, lahannya disitu, dia menyediakan unitnya, non tipping fee. Dilakukan oleh mereka, jadi sampah kita langsung dibakar. Tapi kan menunggu perpres. Perpresnya kan sekarang ini masih dalam masa ombang ambing,” ucapnya.

Secara keseluruhan nilai investasi untuk PLTSa mencapai angka yang cukup besar senilai Rp1,5 Triliun.

“Ini kalau jalan terus, Perpresnya bagus, keberpihakan pemerintah pada nilai jual listriknya itu, ini yang pertama di Indonesia,” ucapnya.

Pepen juga menyatakan bahwa penentuan pihak yang melakukan pengelolaan PLTSa dilakukan dengan lelang sampai dengan tiga tahun. “Itu kan produk asimilasi dari Swedia, bukan persoalan ditunjuk,” tambahnya.

Diketahui bahwa, Pemkot Bekasi merupakan Kota pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

(neo)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …