Kasus Dugaan Korupsi IPLT Berpotensi Naik Status

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKAJABAR.com, BEKASI – Dugaan kasus tindak pidana korupsi pada pengadaan Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) di TPA Sumurbatu berpotensi naik status menjadi penyidikan (dik).

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi menyatakan akan memanggil kontraktor dan pengawas pelaksana teknis dalam proses kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan IPLT yang menelan anggaran Rp12 miliar tersebut.

Kasie Intel Kejari Bekasi Febrianda Ryandra, mengungkapkan kemungkinan penyelidikan akan meningkat menjadi penyidikan setelah pengumpulan bahan keterangan terkait dengan pengerjaan IPLT tersebut lengkap.

“Masih ada data yang kurang lengkap. Jadi kita panggil lagi beberapa orang. Kontraktor kan sudah dipanggil, tetapi seperti misalnya side manager – nya kan belum kita periksa. Orang yang benar – benar melakukan pengerjaan secara fisik di lapangan belum kita periksa. Kalau direktur tataran administrasinya,” kata Febri , Selasa (21/11/2017).

Dia mengatakan, pihaknya fokus untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait dengan waktu, anggaran dan hal – hal yang menyangkut dengan pengerjaan IPLT.

“Kita sekarang mengejar, waktu pengerjaan IPLT, ada berapa orang sih side manager disana? Secara teknisnya apa saja yang dikerjakan, cocok enggak sama kerangka RAB yang ada, ini kita buat perbandingan. Tinggal pengawas dari Pelteknya yang belum dari Bangkim,” paparnya.

Kejari Bekasi juga berencana untuk meminta tanggapan ahli untuk menilai hasil penyelidikan pada dugaan kasus Tipikor tersebut. Sehingga, dari keterangan pejabat terkait dan pelaksana atau kontraktor dapat disimpulkan apakah pantas naik status menjadi penyidikan atau tidak.

“Masih lid, kemungkinannya (naik ke penyidikan) dari hasil yang ada nanti. Kalau hasilnya komprehensif kenapa tidak ?. Kita kan tidak bisa menentukan, nanti ahlinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bekasi memanggil tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi untuk diperiksa pada Senin (6/11/2017) terkait dengan dugaan Tipikor pada pengadaan IPLT di Sumurbatu.

Ketiga orang tersebut diperiksa atas adanya laporan dugaan adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengadaan Instalasi Pengelolaan Air Tinja dengan anggaran pengadaan sebesar Rp12 miliar dari APBD murni tahun 2016.

(neo)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …