Korsleting Listrik, Gudang KPU Kabupaten Bekasi Dilalap Si Jago Merah

Gudang KPU Kabupaten Bekasi Dilalap Si Jago Merah,

Gudang KPU Kabupaten Bekasi Dilalap Si Jago Merah,

POJOKJABAR.com, KEDUNGWARINGIN – Sebuah gudang tempat penyimpanan surat suara yang rusak pada Pemilihan Legislatif dan Pilpres tahun 2014 juga Pilbub 2017 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi ludes terbakar, Senin (13/11/2017).

Diketahui kebakaran itu terjadi pukul 08.30 pagi oleh office boy KPUD Kabupaten Bekasi usai apel upacara. Tidak hanya ribuan kertas suara yang hangus terbakar dalam peristiwa itu, kotak suara dan bilik suara yang terbuat dari kardus yang berada di dalam juga ikut ludes terbakar.

Komisioner KPU Kabupaten Bekasi Zaki Hilmi mengungkapkan, kalau gudang dengan dua ruangan itu merupakan gedung tua yang dibangun tahun 1980-an. Diduga kebakaran karena percikan api dari kabel yang terkelupas digigit tikus.

“Itu kan bangunan tua. Kayaknya dugaan karena kabelnya digigit tikus. Bangunan itu seumuran dengan pertanian karena ada pot bunga juga di dalam gedung itu,” kata Zaki, kemarin.

Dijelaskan Zaki, isi di dalam gudang merupakan surat suara yang rusak, termasuk yang berada di pinggir gudang. Namun, ia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah kotak suara yang terbakar dan juga surat suara yang hangus terbakar termasuk jumlah kerugian yang dialami KPU akibat kebakaran tersebut.

“Kalau jumlahnya tidak tahu yak, tapi cukup banyak kan kotak suaranya ada kotak suara lama hibah dari Jepang tahun 2004 yang engselnya sudah banyak yang rusak,” katanya.

Zaki menampik kalau peristiwa kebakaran ini penyebabnya karena human error. Meski begitu ia mengakui kalau kurangnya pemelihan gudang karena tidak adanya anggaran yang dibebankan kepada KPU sebagai pengguna dan itu sama dengan KPU yang lain.

“Memang sudah ada surat dari KPU RI untuk pemusnahan tapi bukan berarti sengaja dibakar gudangnya. Arsip sekarangkan sudah digital, yak bisa diakses website KPU RI,” tambahnya lagi.

Sementara itu, butuh waktu dua jam untuk memadamkan api di dalam gudang karena banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga masih ada bara api di dalam tumpukan kertas dan karton yang harus didinginkan.

“Proses pendinginannya yang lama, kami sudah semprot apinya tapi di dalam masih ada bara api. Kalau ditinggal apinya bisa menyala lagi, makanya harus dibalik-balik (kertas suara yang terbakar),” beber Komandan Peleton Pemadam Kebakaran dari Dinas Damkar Kabupaten Bekasi Salimi.
Dia mengatakan sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan. Satu diantaranya merupakan bantuan dari Kabupaten Karawang dalam proses pemadaman api dan pendinginan.

“Untuk personil kita sih, lumayan banyak dikerahkan ada sebanyak 30 personil yang memiliki tugas masing-masing termasuk pencegahan api supaya jangan merembet kegedung yang lain,” tandasnya.

(dho)


loading...

Feeds