Sudah Tak Laik dan Sering Banjir, Pasar Induk Cibitung Harus Direvitalisasi

DIREHABILITASI : Pasar Induk Cibitung menjadi salah satu pasar tradisional yang akan direhabilitasi di tahun ini.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

DIREHABILITASI : Pasar Induk Cibitung menjadi salah satu pasar tradisional yang akan direhabilitasi di tahun ini.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat termasuk pedagang tradisional, Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera merevitalisasi sejumlah pasar, salah satunya Pasar Induk Cibitung.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar menilai, keberadaan Pasar Induk Cibitung tersebut sudah tidak laik dan juga sering terjadi banjir.

“Kalau melihat kondisinya sih sudah seharusnya dilakukan revitalisasi, karena melihat fakta di lapangan, pasar itu sering banjir sebab lebih rendah dari jalan,” ucapnya.

Dikatakan Mulyana, Pasar Induk Cibitung sudah selaiknya ditata dengan baik untuk menjadi pasar besar seperti di Purwakarta, Pasalnya, Pasar Induk Cibitung ini merupakan pasar grosir untuk pedagang sayur dan buah, kemudian di distribusikan ke pasar-pasar tradisional.

“Jangan sampai kalah saing dengan Pasar Induk Purwakarta, itu jadi pasar industri yang dikelola baik oleh pemerintah daerahnya, dan kenapa disini tidak bisa?. Seharusnya bisa kalau memang serius dan mau merubahnya,” ujar Mulyana.

Lanjut dia, ada sejumlah pasar dalam kajian untuk direvitalisasi dan dibangun baru berdasarkan kebutuhan dari masyarakat, yaitu Pasar Bojong di Kedungwaringin yang direncanakan akan dilakukan revitalisasi tahun anggaran 2018, begitu juga dengan Pasar Pebayuran dan Pasar Cabang Bungin.

“Kalau Pasar Bojong, lagi menunggu Detail Engineering Design (DED) nya, sedangkan untuk pembangunan pasar yang baru menunggu kajian,” terang Mulyana.

Ditambahkan Mulyana, pembangunan Pasar Baru di Cabangbungin dan di Pebayuran itu juga perlu dilakukan, karena selama ini masyarakat jauh untuk kepasar, padahal dengan adanya pasar tradisional justru perputaran ekonomi semakin baik, teruma para petani yang ingin menjual hasil bumi atau tangkapan ikan.

“Setidaknya, kalau ada pasar itu mereka tidak perlu harus jauh-jauh berjualan, begitu juga dengan masyarakat yang ingin berbelanja untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tandas Mulyana.

(dho)


loading...

Feeds