Dishub Kabupaten Bekasi Terkendala Regulasi Tindak Kendaraan Berat

Jalan Raya Kalimalang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/10) dipenuhi  truk kontainer bertonase berat. Hal itu dikeluhkan oleh warga karena menimbulkan kemacetan, dan jalan jadi rusak. Foto Ariesant/Radar Bekasi

Jalan Raya Kalimalang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/10) dipenuhi truk kontainer bertonase berat. Hal itu dikeluhkan oleh warga karena menimbulkan kemacetan, dan jalan jadi rusak. Foto Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi terkendala masalah regulasi untuk menindak kendaraan bertonase berat yang melintas disepanjang Jalan Raya Kalimalang, Kabupaten Bekasi.

Banyaknya kendaraan berat yang melintas di Kabupaten Bekasi, tidak sesuai dengan jalur yang sudah ditentukan. Sehingga berdampak terhadap kerusakan infrastruktur jalan dan menimbulkan kemacetan parah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Suhup menerangkan, pihaknya tidak bisa menindak adanya pelanggaran yang terjadi di lapangan. Kata dia, pihaknya hanya bisa melakukan imbauan ataupun sosialisasi.

“Saya akui di lapangan, banyak kendaraan berat yang melanggar aturan. Contohnya, di Jalan Raya Kalimalang itu kan masuk tipe B, jadi batasan muatan kendaraan yang melintas tidak boleh lebih dari delapan ton. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan ketertiban di jalan,” tuturnya.

Menurut Suhup, tidak adanya jembatan timbang di Kabupaten Bekasi juga menjadi kendala untuk mengetahui berat kendaraan bertonase berat yang melintas. Namun demikian, pihaknya juga tidak memungkiri ada aturan yang dilanggar.

Dia menjelaskan, pengaturan klasifikasi jalan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

“Dalam penindakan, kami (Dishub-red) kan harus punya dasar, dan apabila mengcu pada Undang-Undang, maka kami tidak boleh menindak, karena itu menjadi kewenangan pihak Kepolisian,” ucapnya.

(and)



loading...

Feeds