Aneh! Anggaran untuk Website Pemkab Bekasi Telan Miliaran Rupiah, tapi Kok Enggak Update

Seorang warga menunjuk website milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang tidak up date, Kamis (12/10). Hal ini menjadi pertnayaan masyarakat yang ingin mengetahui seputar program Pemkab Bekasi. Foto Ariesant/Radar Bekasi

Seorang warga menunjuk website milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang tidak up date, Kamis (12/10). Hal ini menjadi pertnayaan masyarakat yang ingin mengetahui seputar program Pemkab Bekasi. Foto Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Anggaran untuk website Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi diketahui mencapai Rp240.000.000,- dengan realisasi Rp150.026.000,- pada tahun anggaran 2016. Anggaran tersebut dialokasikan melalui Dinas Komunikasi, Statistik dan Persandian melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016.

Namun anggaran untuk pengelolaan website tersebut tidak berjalan dengan baik, dan sebagaimana mestinya. Padahal jumlah biaya tersebut tergolong cukup besar jika dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan atau mengelola portal berita pada umumnya. Seperti diketahui, secara umum, untuk membuat sebuah portal berita hanya dibutuhkan biaya sekitar Rp5 juta.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Pelita Bangsa 2017-2018, Jaelani Nurseha menuding, pengelolaan website Pemkab Bekasi (https://bekasikab.go.id/ ) oleh Dinas Komunikasi, Statistik dan Persandian itu selain tidak update juga tidak ada pemutahiran sebagaimana mestinya.

Pihaknya juga pernah menyampaikan hal itu kepada Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, karena dinilai tidak inovatif dan tidak bisa membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pemerintah.

“Buktinya bisa dilihat di website Pemkab Bekasi, salah satunya Peraturan Daerah (Perda) yang diunggah terakhir hanya sampai tahun 2014. Selain itu, ringkasan APBD yang terakhir dan mutahir hanya APBD Tahun 2015. Padahal saat ini sudah di penghujung Tahun 2017,” beber Jaelani.

Menurut dia, Perda merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh publik.

“Soal update APBD saja hanya ringkasan, tidak utuh. Bagaimana publik bisa berpartisipasi penuh jika begitu tampilannya. Mengapa Tidak sekalian saja APBD seutuhnya agar publik tahu dan bisa mengawasi penggunaan nya,” kata Jaelani.



loading...

Feeds