Imunisasi MR Masih Rendah, Warga Bekasi Masih Trauma Vaksin Palsu

Petugas Puskesmas memberikan Vaksin Measles Rubella di Posyandu, Jaka Setia, Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

Petugas Puskesmas memberikan Vaksin Measles Rubella di Posyandu, Jaka Setia, Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati menyebut persoalan belum tercapainya target imuniasi measles rubella (MR) di Kota Bekasi karena kekhawatiran orang tua pada vaksin palsu.

Kata dia, dengan adanya persoalan vaksin palsu yang terjadi beberapa waktu lalu, banyak orang tua murid yang khawatir. Dezi menegaskan, orang tua siswa tidak perlu khawatir dengan hal itu.

“Tugas kita kan menerangkan ya kalau yang sekarang semuanya diatur dan dikelola oleh pemerintah. Dan keaslian dan keamanan vaksin dijaga,” katanya kepada Radar Bekasi (Grup Pojokosatu.id), Rabu (11/10/2017).

Ia menjelaskan, masih ada sekitar 60 ribu anak di seluruh Kota Bekasi yang belum melakukan imunisasi MR. Kebanyakan dari anak – anak tersebut ialah usia sekolah.

“Di sekolah yang banyak angka itu, ada yang SD, ada yang SMP. Tidak semua sekolah, kemarin ada 52 sekolah sekarang lagi kita advokasi terus, tapi sekolahnya tersebar di 12 kecamatan, capaiannya rendah,” ujarnya.

Sebanyak 52 sekolah itu didominasi sekolah swasta. Karena, kata Dezi, untuk sekolah negeri sudah paham intruksi dari wali kota bekasi.

“Mereka (52 sekolah) bukan menolak ya, jadi mereka mau, cuma mungkin masih ada orang tua yang belum paham jadi belum mengizinkan. Jadi sekarang sedang dilakukan lagi kegiatan dan itu sudah mulai dilaporkan kegiatan dan orang tuanya sudah mengizinkan,” paparnya.

Selain itu, yang menjadi persoalan lain dan menimbulkan pertanyaan ialah perihal halal atau tidaknya vaksinasi tersebut.

“Sebenarnya kalau dilihat dari keterangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) isi vaksin itu sendiri halal, tapi berkaitan dengan sertifikat masih dalam proses,” tambahnya.

Dirinya menghimbau dengan sisa waktu yang ada, sampai dengan tanggal 14 Oktober mendatang agar masyarakat yang membutuhkan imunisasi MR bisa ke Puskesmas terdekat.

Terkait dengan daerah nomor dua dengan capaian terendah se – Pulau Jawa, ia mengatakan bahwa data yang dimiliki UNICEF belum diperbaharui.

“Dari mereka (UNICEF) kan masih dalam angka per tanggal 9 Oktober, tapi hasil klarifikasi terakhir kita belum disesuaikan sama mereka. Kita sedang verifikasi, hasilnya masih dalam proses, mereka belum menyesuaikan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dari data yang diperoleh UNICEF, vaksinasi MR di Kota Bekasi masih belum mencapai target. Vaksinasi tersebut diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

(neo)



loading...

Feeds