Asikk, ”Uang Bau” Triwulan Tiga Cair Nih

Sejumlah aktivitas warga dI TPST Bantargebang, Jumat (22/9). Pemerintah Kota Bekasi baru saja menerima dan kompensasi sampah dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp315 miliar yang akan di berikan kepada 18 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bantargebang. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

Sejumlah aktivitas warga dI TPST Bantargebang, Jumat (22/9). Pemerintah Kota Bekasi baru saja menerima dan kompensasi sampah dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp315 miliar yang akan di berikan kepada 18 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bantargebang. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi baru saja menerima dana kompensasi sampah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp315 miliar, Selasa (19/9/2017) kemarin. Dana kompensasi tersebut akan disalurkan kepada 18 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bantargebang.

Asisten Daerah (Asda) III Kota Bekasi, Dadang Hidayat menjelaskan, dana tersebut disalurkan bagi puluhan ribu kepala keluarga yang terkena dampak pembuangan sampah milik DKI Jakarta di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Terdapat tiga kelurahan yang menerima alokasi tersebut. Yakni kelurahan Cikiwul, Sumurbatu, dan Ciketingudik.

“Uang sebesar Rp316 miliar yang dikirim DKI akan digunakan untuk keperluan pembebasan lahan dan pembangunan fisik yang menjadi jalan truk sampah ke TPST Bantargebang,” ujar Dadang kepada Radar Bekasi (Grup Pojokjabar.com), Jumat (22/9/2017) kemarin.

Dalam keperluan pembangunan fisik, Pemkot Bekasi berencana membangun dua jembatan layang sebagai koridor truk sampah DKI Jakarta di Rawapanjang, Bekasi Timur dan Cipendawa, Bantargebang. Dua rencana proyek infrastruktur tersebut akan menghabiskan sekira Rp200 miliar.

Dadang menjelaskan setiap kepala keluarga nanti akan menerima uang kompensasi sebesar Rp200 ribu perbulan.

“Dana itu diperuntukan bagi jatah triwulan ketiga pada Juli hingga September 2017 akan dicairkan ke masyarakat secepatnya,”terangnya

Namun demikian, Pemkot Bekasi tidak menggelontorkan dana persis seperti besaran yang diberikan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp26 miliar. Hal tersebut dilakukan sebagai pengganti dari dana talangan Pemkot Bekasi pada triwulan pertama dan kedua di 2017.

“Sejak Januari-Juni kan sudah kita talangi pakai kas daerah. Kalau tidak ditalangi, masyarakat nanti menuntut uang itu,” ungkap dia.

(yay)



loading...

Feeds