Jalan Rusak di Kecamatan Sukawangi, Pemdes Saling Lempar Tanggung Jawab

Pengendara saat melintasi jalan pembatas antara Desa Sukawangi dan Desa Sukabudi. Jalan tersebut sudah lama rusak, karena pemerintah desa tidak ada yang mengakui. Foto:Karsim/Radar Bekasi

Pengendara saat melintasi jalan pembatas antara Desa Sukawangi dan Desa Sukabudi. Jalan tersebut sudah lama rusak, karena pemerintah desa tidak ada yang mengakui. Foto:Karsim/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, SUKAWANGI – Infrastruktur di wilayah perbatasan, kerap diabaikan. Sehingga tidak heran, jika infrastruktur jalan banyak yang rusak. Salah satu penyebabnya, pemerintah saling lempar tanggung jawab untuk memperbaiki jalan tersebut.

Salah satunya yakni jalan pembatas antara Desa Sukawangi dan Desa Sukabudi. Jalan yang menghubungkan antara Kampung Kalen Keramat dan Balong Asem sudah lama rusak, namun hingga saat ini belum di perbaiki. Penyebabnya, pemerintah desa (pemdes) saling lempar tanggung jawab.

Kondisi jalan seperti ini, jelas membuat pengendara yang melintas resah, terutama saat musim penghujan. Pasalnya kondisi jalan sangat licin, dan sebagian jalan tergenang air, tidak jarang banyak pengendara yang terjatuh.

Kepala Desa Sukawangi, Jamaludin mengatakan jalan yang rusak bukan termasuk wilayah dari Desa Sukawangi. Karena batas wilayah Desa Sukawangi saluran air yang berada di sisi jalan yang rusak, jadi jalan yang rusak termasuk ke wilayah Desa Sukabudi.

“Kalau jalan yang rusak masuknya ke wilayah Desa Sukawangi sudah saya perbaiki dari dulu juga, paling yang rusak berapa meter, enggak usah menunggu Dana bantuan dari Pemerintah, pake uang sendiri juga saya masih sanggup,” ucapnya saat ditemui, belum lama ini.

Namun berbeda dengan pernyataan Kepala Desa Sukabudi, Iim Singaparna. Dia mengatakan, sebenarnya jalan yang rusak sudah dari dulu saling melempar taggung jawab, seakan tidak mau mengakui jalan yang rusak ini masuk ke wilayah desa.

“Kalau misalkan jalan yang rusak masuk wilayah Desa Sukabudi, kenapa ketika perbaikan Jembatan justru pegawai Desa Sukawangi yang mengawasi, padahal sasak yang di perbaiki berada di jalan yang rusak, yang katanya wilayah Desa Sukabudi. Makanya saya jadi bingung, giliran yang rusak saja di lempar,” tuturnya.

Warga sekitar, Norman (34) berharap adanya diskusi antar Dua Desa, jangan saling melempar tanggung jawab seperti sekarang ini. Karena kondisi jalan rusak sudah lama, sampai saat ini belum ada kejelasan/ Bahkan sudah satu periode masa jabat Kepala Desa mau selesai, jalan ini belum ada perbaikan sama sekali.

“Jalan keluar dari masalah jalan ini, pihak dari dua Desa mau duduk bareng, membicarakan jalan keluarnya seperti apa, karena kalau seperti ini terus, mau sampai kapan jalan tetap rusak, lagian juga jalan yang rusak enggak terlalu panjang, paling hanya 100 meter,” tutupnya.

(pra)



loading...

Feeds