Gila, Tersangka OTT Minta Uang Rp280 Juta kepada Pemohon IMB

Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi sedang melayani warga pasca tertangkapnya salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Selasa (19/9). Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi sedang melayani warga pasca tertangkapnya salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Selasa (19/9). Foto:Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Rahmat Damanhuri mengaku dimintai uang hingga Rp280 juta oleh salah satu pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Abdul Hamid (42) yang ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (18/9/2017) lalu.

Alasannya, permintaan uang tersebut untuk melancarkan pengurusan IMB.

“Rp280 juta itu belum termasuk retribusi untuk IMB. Jadi, mungkin bisa jadi lebih dari itu,” kata Rahmat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/9/2017).

Dalam kasus ini, Rahmat langsung melaporkan aksi permintaan sejumlah uang atau pungutan liar (pungli) tersebut hingga akhirnya dilakukan penangkapan.

Rahmat menceritakan, aksi pungli itu berawal saat dia hendak mengurus IMB ke DPMPSP Kabupaten Bekasi, sekitar tiga minggu lalu.

“Saat itu saya ke kantor DPMPSP pukul 14.30. Berkas saya diperiksa oleh petugas loket, tapi karena itu hari Jumat dan mau tutup, saya disuruh datang lagi hari Senin,” tuturnya.



loading...

Feeds