Tujuh Jemaah Haji Jawa Barat Masih di Makkah

Suasana haru menyelimuti kedatangan Jemaah haji asal Bekasi yang tergabung di Kloter 18, Kemarin. Sebanyak 7 Jemaah haji asal Jawa Barat masih berada di Makkah, dikarenakan sakit yang dideritanya. Foto:Raiza Septiano/Radar Bekasi

Suasana haru menyelimuti kedatangan Jemaah haji asal Bekasi yang tergabung di Kloter 18, Kemarin. Sebanyak 7 Jemaah haji asal Jawa Barat masih berada di Makkah, dikarenakan sakit yang dideritanya. Foto:Raiza Septiano/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Sejumlah jemaah haji asal Jawa Barat yang berangkat dari Asrama Embarkasi Haji Jakarta – Bekasi masih berada di Tanah Suci, Makkah.

Hal tersebut dikarenakan kondisi mereka yang sakit dan masih dalam penanganan oleh Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) setempat.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji PPIH Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan, untuk jemaah haji yang sakit akan terus dirawat oleh panitia sampai kondisinya membaik.

“Ada yang belum sembuh 100 persen tapi laik diterbangkan, maka dipulangkan. Kalau belum maka diobati dulu,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, jemaah haji yang sudah sembuh pasti dikembalikan tanah air. “Kalau belum sembuh pasti terus diobati. Berapa pun biayanya, apapun penyakitnya, itu ditanggung oleh pemerintah,” ucapnya.

Penyakit yang dialami jemaah haji yang belum pulang ke tanah air beragam. Namun tidak ada jemaah haji yang mengalami penyakit menular, Mers –COV.

Selain yang masih di Arab Saudi, ia juga menjelaskan bahwa ada jemaah haji yang memang pulang lebih dulu sebelum 40 hari.

“Kalau dengan dinas, kesehatan, yang jelas itu atas dasar permintaan dinas bukan atas dasar dipulangkan PPIH,” ucapnya.

Kata Ajam, tidak ada perlakuan spesial untuk seluruh jemaah haji yang pulang lebih dulu. Yang terpenting, jemaah yang pulang lebih dulu sudah menjalankan rukun ibadah haji.

“Mereka yang pulang lebih awal harus menandatangani pernyataan di atas materai tidak akan melakukan tuntutan dengan bentuk apapun terkait dengan kepulangan,” jelasnya.

PPIH Arab Saudi memberikan kebijakan bagi jemaah haji yang lansia dan sakit namun sudah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, untuk pulang lebih awal.

“Maka jemaah haji yang dikategorikan lansia atau sakit itu suka ditawarkan untuk dipulangkan duluan dengan persetujuan keluarga, kalau memang tidak mau hanya diberikan fasilitas untuk dipulangkan,” ujarnya.

Untuk jemaah haji yang pulang lebih awal, nantiya mengganti kekosongan sheet jemaah yang meninggal atau yang kosong dari awal pemberangkatan.

(neo)


loading...

Feeds